Metode Pembelajaran Yang Tepat Sesudah Pandemi Covid 19

0
17
Pandemi Covid 19

Kepri, gebraknusantara.co.id

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pandemi Covid 19 telah menjadi bencana bagi dunia selama dua tahun terakhir. Hal ini membuat seluruh dunia terus mengupayakan untuk dapat beradaptasi dengan keadaan. Pendidikan memiliki kedudukan yang sangat penting di suatu Negara.

Namun dengan kondisi seperti ini, perlu banyak pertimbangan dalam menentukan sebuah inovasi sebagai bentuk upaya mengatasi badai permasalahan ini. Prinsip yang ditekankan oleh pemerintah terkait pendidikan di Indonesia adalah tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Oleh karena itu Indonesia menerapkan sistem pendidikan yang dilakukan dengan sistem belajar dari rumah.

Hal ini mengacu pada Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa Covid 19. Belajar dari Rumah dilaksanakan dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 15, dijelaskan bahwa PJJ adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi dan media lain. Dalam pelaksanaannya, PJJ dibagi menjadi dua pendekatan, yaitu pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring) dan pembelajaran jarak jauh luar jaringan (luring).

B. Rumusan Masalah
Metode Pembelajaran apa yang digunakan  !

C. Tujuan Penelitian
Dapat menentukan metode pembelajaran yang tepat

BAB II
PEMBAHASAN

Model Pembelajaran PBL dan PJBL

Project Based Learning (PBL) adalah sebuah metode pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Metode ini menuntut siswa untuk dapat melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Project based learning atau pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered) untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik. Siswa secara konstruktif akan melakukan pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata, dan relevan.

Model ini menjadi suatu pembelajaran yang melibatkan banyak proyek dalam proses belajar. Selain menjadikan siswa lebih aktif, PjBL menjadi jembatan dalam menguatkan karakter profil pelajar Pancasila yang tertuang dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 tahun 2020.

Peran guru dalam pembelajaran PJBL adalah :
Pertama, sebagai perencana suatu proyek.
Guru dapat menentukan alur kegiatan, memberikan contoh, membuat strategi pelaksanaan, serta membuatkan rubrik penilaian proyek.

Kedua, guru sebagai fasilitator
Pada penerapannya, guru memberikan fasilitas kepada siswa untuk menyelesaikan proyek berdasarkan minatnya.

Ketiga, guru sebagai pendamping.
Tugas guru membimbing sekaligus mendampingi siswa selama mengerjakan proyek.

Keempat, guru berperan sebagai narasumber. Pada perannya ini, guru ikut memberikan ragam informasi pengetahuan berkenaan dengan proyek, memfasilitasi, dan menasihati siswa terkait keterampilan yang akan dikuasai.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Penerapan pembelajaran PBL dan PJBL sangat tepat digunakan sesudah paskah pandemi covid 19. Dikarenakan model pembelajaran ini menjadi suatu pembelajaran yang melibatkan banyak proyek dalam proses belajar. Selain menjadikan siswa lebih aktif, PjBL menjadi jembatan dalam menguatkan karakter profil pelajar Pancasila.

Karya Tulis Ilmiah.
Irwan Nainggolan,S.Pd Guru Olahraga SDN 009 Teluk Bintan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini