Ngotot Memperluas Lahan, Ribuan Batang Pohon Bakau Dibabat

0
61

IMG 20200928 WA0060Hamparan pohon Bakau yang kini disulap menjadi daratan. 

Bintan, gebraknusantara.co.Id

Besarnya ambisi ingin memperluas lahan, akhirnya ribuan Batang tanaman Bakau (Mangrove-red) harus berkorban.  Hutan Bakau yang selama ini tumbuh subur di bibir pantai, kini telah dibabat oleh seorang pengusaha yang terbilang berani melawan arus. Artinya, sang pengusaha yang diduga punya Backing ini, terlalu berani menabrak undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan. Padahal, sanksi bagi yang melanggarnya sangat berat. Dihukum penjara antara 3 sampai 20 tahun. Bahkan, denda materinya pun bisa mencapai 50 miliar rupiah.

IMG 20200928 174004Alat berat serta sejumlah lori berpacu mengejar trip untuk menimbun Bakau. 

Aksi pembabatan hutan Bakau yang telah berlangsung cukup lama itu, terjadi di Kampung Tekojo RT 006 / RW 013 Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Diperkirakan, cukup banyak pohon Bakau yang telah dibunuh untuk kepentingan penimbunan. Jika ditinjau langsung ke lokasi, tampak kawasan yang sebelumnya hamparan pohon Bakau, kini telah disulap menjadi daratan. Dan luasnya pun mencapai hektaran. Jika dilihat dari luasnya timbunan itu, tentu saja telah terjadi pengrusakan ekosistem. Bahkan, kehidupan Biota laut pun ikut musnah.

Senin (28/09/2020), media ini coba melakukan investigasi ke lokasi penimbunan. Tak pelak, puluhan unit lori (Truck-red) bermuatan tanah timbun berseliweran keluar masuk area penimbunan. Seorang pak sopir coba ditanya, “muatannya cuma tanah timbun pak, “katanya singkat di lokas penimbunan.

Sementara di luar tembok lokasi penimbunan, seorang warga yang ditemui sedang menyapu halaman rumahnya mengeluh, “iya pak. Kami juga kadang kesal melihat aktivitas itu. Kayaknya mereka tak pernah mau tau soal debu yang beterbangan ke rumah kami. Bahkan kalau hujan, jalan masuk ke perumahan inipun jadi becek. Kami pun tak tau mau mengadu kemana, “keluhnya sambil melanjutkan menyapu.

Carut-marut dampak buruk dari aktivitas penimbunan itu, coba dilakukan konfirmasi ke pihak Kecamatan Bintan Timur. Melalui layanan WA pak Camat bernama Sofiyan pun dikonfirmasi ke ponselnya. Namun saat itu pak Camat belum sempat menjawab. Bahkan, sampai berita ini terbit, belum ada jawaban dari pak Camat. (Richman).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here