Oknum Lurah Ngaku Mensuplay Dana 1 Miliar Rupiah Untuk Tambang Bauksit

0
351
IMG 20210107 161917 compress89 scaledSuasana persidangan di Pengadilan Negeri kelas IA Tanjungpinang.

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Sidang kasus tambang bauksit yang beroperasi di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau, yang melibatkan dua kepala dinas di lingkungan Provinsi Kepri masih terus bergulir. Kamis (07/01/202), persidangan itu kembali digelar.

Kali ini persidangan menghadirkan sejumlah saksi yang terlibat di dalam sejumlah perusahaan yang melakukan penambangan di beberapa titik lokasi.

Di ruang sidang Utama Pengadilan Negeri kelas IA Tanjungpinang, tampak beberapa saksi yang hadir. Diantaranya, seorang Pejabat dari kantor KSOP kelas 2 Tanjungpinang. Kemudian, seorang pejabat dari Bea dan Cukai Tanjungpinang. Dan ada juga pejabat dari Dinas PUPR Provinsi Kepri. Selain itu, seorang wanita berkerudung bernama Vina, yang menjabat sebagai Lurah di kota Tanjungpinang.

IMG 20210107 161818 compress58 scaledSejumlah saksi dan beberapa orang kuasa hukum, tampak serius mengikuti persidangan.

Proses sidang perkara tambang Bauksit illegal yang telah berlangsung beberapa kali, di Pengadilan Negeri kelas IA  Tanjungpinang ini, sepertinya belum berujung. Dan sampai setakat ini, masih mendengarkan keterangan dari sejumlah saksi.

Ketika mendengarkan penjelasan dari saksi bernama Vina, Majelis Hakim tampak terkesima. Soalnya, Vina mengaku mampu memberi pinjaman kepada terdakwa Edi Rasmadi, sebesar 1 miliar rupiah untuk biaya operasional tambang. Tentu saja penjelasan Bu Lurah ini mengagetkan Majelis Hakim.

Vina mengaku dikenalkan kepada Jufen, temannya Bobby (salah seorang terdakwa-red). Sedangkan Boby adalah atasan Vina yang menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam). Perkenalan tersebut berlangsung di kawasan Akau Potong Lembu. Sejak perkenalan itu, Vina mulai terlibat dengan persoalan uang sebesar 1 miliar rupiah tersebut.

Dijelaskan Vina, bahwa dirinya saat itu menyanggupi pinjaman uang itu. Dan dirinya sendiri yang langsung mengantarkan uang ke kantor M Daeng Yatir yang ada di kawasan Akau Potong Lembu sebesar Rp. 850 juta. Dengan ketentuan, pengembalian uang itu ke depan, akan menjadi 1 Miliar rupiah.

“Saya memberikan uang itu tidak sekaligus pak Hakim. Transaksi penarikan tunai 1 miliar rupiah itu dari uang yang saya kumpulkan. Dan juga ada pinjaman dari bank, “beber Vina dipersidangan, Kamis (07/01/2021).

Vina menambahkan. Bahwa dirinya mengenal terdakwa Arif Rate. Dan ikut membantu mengurus keuangan di PT. Gemilang Sukses Abadi (PT. GSA). Diakuinya juga, dalam mengurus keuangan di PT. GSA, dirinya mendapat upah sebesar 5 juta rupiah setiap bulannya dari Arif Rate, “tutur Bu Lurah.  (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini