Pegiat Anti Korupsi Bersama LSM J.P.K.P Gelar Aksi Damai di Pekarangan Kantor Kejagung RI

0
16
Anti Korupsi LSM
Jakarta, gebraknusantara.co.idJaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (J.P.K.P) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) beserta rombongan Pegiat Anti Korupsi Kepri, hari ini melakukan aksi damai di depan kantor Kejaksaan Agung RI, Jakarta (Jumat,10/12/2021).
Anti Korupsi
Salah seorang Pegiat Anti Korupsi sedang menyampaikan orasinya. 

Keberadaan pegiat Anti Rasuah tersebut merupakan bentuk kepercayaan mereka kepada Jaksa Agung RI untuk memperingati Hari Anti Korupsi yang jatuh pada tanggal 9 Desember  2021.

Mereka meminta Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk mengevaluasi kinerja Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau yang dinilai lamban dalam menangani sejumlah kasus korupsi di Provinsi Kepulauan Riau.

Anti Korupsi
Aksi damai yang digelar oleh sejumlah Pegiat Anti Korupsi dan LSM J.P.K.P itu benar-benar penuh damai. 

Koordinator Lapangan Aksi Damai, Adiya Prama Rivaldi menegaskan, bahwa aksi ini murni merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap pemberantasan korupsi di negeri tercinta kita.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami dalam  pemberantasan korupsi di Republik ini. Maka pada peringatan Hari Anti Korupsi yang jatuh pada 9 Desember kemaren, kami di Kepulauan Riau juga telah melakukan aksi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, tutur Adi.

Adi juga menjelaskan, bahwa dirinya bersama sejumlah personil Pegiat Anti Korupsi,  meminta dan mendesak Kejaksaan Agung RI untuk memonitoring kinerja serta mengevaluasi Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, agar semakin profesional dalam menangani kasus korupsi yang ada di Kepulauan Riau.

“Dengan itu kami hadir dari Kepulauan Riau, guna meminta Kejaksaan Agung RI memberikan atensi khusus kepada penanganan  sejumlah kasus korupsi di Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau yang dinilai lamban dalam pemberantasan korupsi, “tuturnya.

Dengan jelas pria sapaan akrab Adi ini  juga meminta agar Kejaksaan Agung dapat memonitoring penanganan kasus dugaan korupsi TPP-ASN yang disinyalir dilakukan oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Tanjungpinang.

“Selain itu, kami juga meminta Kejaksaan Agung RI agar melakukan monitoring terhadap penanganan kasus dugaan korupsi anggaran TPP-ASN.  Karena pembentukan Perwako Nomor 56 Tahun 2019 tentang TPP-ASN kami nilai sudah jelas cacat aturan dalam hukum. Akan tetapi, penanganan kasus dugaan korupsi TPP-ASN yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau kami nilai lamban dan belum ada progres yang signifikan hingga kini, ungkapnya tegas.

Adi juga mengatakan tentang aksi tanggal 9 Desember 2021 yang di lakukan di daerah dan di sambung aksi damai tingkat  Nasional di Kejaksaan Agung RI dini hari, dan menjelaskan kepada perwakilan pimpinan Jaksa Agung, bahwa kesimpulan di daerah mengatakan akan menyelesaikan penyelidikan dalam waktu 7 hari.

“Kami menjelaskan, bahwa hasil aksi damai di Kejati Kepri mengatakan mereka akan menyelesaikan dalam waktu 7 hari. Dan kami meminta kepada Jaksa Agung RI, jika dalam waktu 7×24 jam sejak hari ini tidak ditindak lanjuti terkait kasus TPP-ASN yang berproses, kami meminta agar Jaksa Agung dengan tegas untuk mencopot Kejati Kepri, “tegas Adiya kepada sejumlah awak media.

Iya juga mengatakan, dirinya merasa puas atas sambutan yang diberikan perwakilan Jaksa Agung by yang menyambut aksi damai kami dengan lapang dada dan terbuka untuk berdialog bersama kami.

“Syukur alhamdulillah pihak perwakilan Jaksa Agung RI menyambut kami dengan lapang dada dan dengan penuh senyuman untuk menerima semua aspirasi kami, yang kami bawa dari tingkat daerah hingga Tingkat Nasional, “ucapnya tersenyum.

Sedangkan menurut Koordinator Umum Jusri Sabri yang berada di tempat yang sama, sangat mengapresiasi sambutan yang diberikan oleh Kejaksaan Agung RI. Pasalnya, pihak Kejaksaan Agung telah menerima kedatangan masyarakat Kepri di Kantor tersebut.

“Alhamdulillah aksi yang berjalan pada hari ini berlangsung dengan damai, sopan, santun dan tertib. Selain itu, kedatangan kami ke tempat ini disambut baik oleh perwakilan Kejaksaan agung. Mereka akan segera memonitoring kasus-kasus korupsi di Provinsi Kepulauan Riau. Terutama kasus TPP ASN, “tutup Jusri Sabri usai serah terima berkas di Kejagung RI.

Orasi yang terlontar saat berlangsungnya aksi, terdengar suara yang mengatakan, “Copot Kejati Kepri” Ucapan itu sebagai bentuk kekecewaan masyarakat Kepulauan Riau.

Dalam aksi tersebut pihak Kejaksaan Agung menyambut langsung massa aksi diterima oleh Erwan, Petugas Pos Pelayanan Hukum dan Pengaduan Masyarakat.

Iyapun berjanji akan menyampaikan keluhan-keluhan massa aksi kepada pimpinan Kejaksaan Agung RI secepatnya.

“Kita akan segera menindaklanjuti terkait tuntutan massa aksi. Dan dalam waktu setengah jam aspirasi rekan rekan penggiat Anti korupsi pasti segera sampai kepada Pimpinan Kejaksaan Agung RI, “ujar Erwan tegas.

Adi juga mengatakan dengan akhir kata, semua aspirasi mereka telah disampaikan ke Jaksa Agung RI dan mereka meminta agar Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau tidak main main dalam menangani kasus yang sakral untuk Kepulauan Riau. Khususnya Kota Tanjungpinang. (***).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini