Dua Pekerja Tambang Pasir PT. GML Tewas Tertimpa Tanah Longsor

0
1650
pekerja tambang
Situasi terkini di lokasi tambang pasir PT. GML, di jalan Kampung Beloreng Kampung Mansur Tembeling, Kabupaten Bintan. 
Bintan, gebraknusantara.co.id – Maksud hati hendak memenuhi kebutuhan keluarga, Jojo dan Cou mencari nafkah sebagai pekerja tambang di PT. Gunung Mario Lagalilo (PT. GML). Sebuah perusahaan tambang pasir di Jalan Kampung Beloreng, Kampung Mansur Tembeling Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kedua lelaki yang ada hubungan keluarga ini sangat tekun menggeluti pekerjaannya. Dari hari ke hari dilakukan dengan sabar dan serius serta penuh kehati-hatian.

IMG 20211018 091114 compress22

Namun, seperti ungkapan pepatah lama yang mengatakan, malang tak dapat ditolak, untung pun tak dapat diraih. Kedua pria  bersaudara ini bernasib buruk. Minggu (17/10/2021) sekitar pukul 14.00 wib, tragedi menimpanya. Mereka yang sedang serius mengerjakan pekerjaannya, mendadak kaget melihat tanah bercampur pasir yang menggunung tidak jauh dari posisi mereka, mendadak longsor dan menimpa mereka. Dan mereka pun terkubur hidup-hidup. Dua jam kemudian, kedua pekerja tambang yang tertimbun longsoran itu baru bisa ditemukan dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Raja Ahmad Thabib di kilometer 8 Tanjungpinang. Namun, nyawa kedua karyawan itu tak tertolong lagi.

IMG 20211018 091141 compress45

Senin (18/10/2021), media ini baru mendapat informasi. Dan langsung melakukan investigasi ke lokasi pertambangan. Tapi, situasinya tampak hening. Tak satupun kegiatan yang beroperasi di lokasi tersebut. Yang terlihat hanya palang pintu dalam kondisi tertutup.

Disisi lain, seorang ibu rumahtangga yang mengaku ada hubungan keluarga dengan kedua pekerja tambang mengatakan, “iya pak . . . Kejadian itu hari Minggu kemarin. Dua orang pekerja tertimpa tanah longsor. Mereka berdua bersaudara. Dan termasuk sama saya juga ada hubungan keluarga, “tutur ibu berkerung itu di depan lokasi tambang (18/10/2021).

Sebelumnya, kata ibu itu melanjutkan. Sudah diingatkan kepada kedua pekerja tambang tersbut, supaya segera keluar dari lokasi itu. Tapi mungkin sudah naas buat mereka. Tanah itu langsung longsor. Jadi mereka tak sempat menghindar. Memang saat itu sedang hujan, “bebernya.

Sampai berita ini diunggah, pihak perusahaan belum bisa dikonfirmasi.

Kejadian yang memilukan itu, perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Selain itu, bagi pihak-pihak yang punya kewenangan menerbitkan perizinan, agar lebih selektif dan penuh kehati-hatian dalam pemberian perizinan. Selain itu, diminta pertanggungjawaban kepada pengelola usaha tambang itu. Mengingat hal ini menyangkut nyawa, tentu saja harus jelas proses hukumnya.  (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini