Pelabuhan Tikus Marak di Tanjung Uban, KSOP Terkesan Tutup Mata

0
15

Bintan, gebraknusantara.co.id

Kondisi kota Tanjung Uban, yang terletak di Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kian hari tampak semakin tumbuh dan berkembang. Ditambah lagi dengan bertambahnya perusahaan-perusahaan yang banyak merekrut tenaga kerja lokal. Membuat roda perekonomian masyarakat di kota tersebut semakin membaik.

IMG 20220408 190524 compress96Ilustrasi, Suasana bongkar barang di salah satu pelabuhan Tikus yang sedang beroperasi. 

Selain bekerja di perusahaan swasta, masyarakat setempat  juga banyak yang berprofesi sebagai nelayan tradisional. Bukan hanya itu. Perusahaan di bidang Ekspor Impor barang dari dan ke luar negeri juga terbilang cukup banyak. Hal tersebut dinilai wajar, lantaran kota Tanjung Uban memang dikelilingi laut.

Seorang warga yang mengaku tinggal di salah satu perumahan di kota itu menjelaskan, bahwa keberadaan Pelabuhan Tikus yang terkesan semakin marak di kota tersebut, justru mengindikasikan sebagai pemicu besarnya peluang masuk barang-barang ilegal alias barang selundupan,

“Bagaimana sih pengawasan  instansi terhadap maraknya Pelabuhan Tikus di daerah ini bang ? Soalnya saya lihat, semakin banyak tumbuh Pelabuhan Tikus disini. Kalau hal ini dibiarkan, tentu akan memberi peluang kepada penyelundup memasukkan barang ilegal ke daerah ini. Sementara, kontribusi terhadap  Pemerintah Daerah, tak jelas, “tutur lelaki berkulit gelap itu di salah satu warung kopi di Tanjung Uban (08/04/2022).

Menindaklanjuti banyaknya celoteh miring terkait Pelabuhan Tikus itu, ditambah lagi keluhan warga perumahan tadi, media ini pun coba menelusuri salah satu Pelabuhan Tikus yang dibangun sekitar dua tahun lalu, di pusaran Pasar Baru Tanjung Uban (dekat dengan Pelabuhan Gentong-red). Pelabuhan yang baru dibangun itu disebut-sebut milik Zul. Informasi yang didapat, situasi di pelabuhan itu selalu dipenuhi aktivitas bongkar muat yang ditenggarai tanpa ada pengawasan dari pihak terkait.

Terpisah. Konfirmasi pun dilakukan ke kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Uban. Melalui Kasubbag Humas KSOP bernama Syahrul Bahri. Kasubbag ini menyebabkan, “untuk menghentikan aktivitas Pelabuhan Tikus di Tanjung Uban saya rasa sangat sulit, “katanya di ruang kerjanya (08/04/2022).

Ditambahkannya, “kalau kita bercerita soal pelabuhan Tikus di Tanjung Uban ini, bisa panjang ceritanya bang. Soalnya, keberadaan pelabuhan Tikus di Tanjung Uban ini, memang sudah ada sejak puluhan tahun  lalu. Dan masyarakat disini pun membutuhkannya. Jadi, mana mungkin bisa dihapuskan, “tuturnya.

Masih menurut Syahrul, “saya cukup tau tentang keberadaan Pelabuhan Tikus di Tanjung Uban ini. Apalagi saya memang asli putra Tanjung Uban. Yang saya tau, Pelabuhan Tikus di Tanjung Uban ini sudah ada sejak zaman kakek saya, “bebernya.

Penjelasan Kasubbag Humas KSOP Tanjung Uban ini terkesan tak nyambung dengan apa yang dipertanyakan. Lain yang ditanya, lain pula yang dijawab. Parahnya lagi, Syahrul justru bercerita tentang riwayat Pelabuhan Tikus. Padahal yang ditanya, sejauh mana upaya KSOP Tanjung Uban menertibkan Pelabuhan Tikus yang belakangan terkesan menjamur. Jawaban nyeleneh itu justru menimbulkan penilaian lain. Tak pelak, penjelasannya pun dinilai menutup-nutupi keberadaan Pelabuhan Tikus yang kini sedang jadi gunjingan. (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini