Pelaku Investasi Bodong Dicokok Dit Reskrim Polda Kepri

0
22

Investasi 1AKBP Priyo Prayitno, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri.

Batam, gebraknusantara.co.id

Pelaku Investasi Bodong berInisial V alias K, akhirnya diamankan Ditreskrim Polda Kepri. Pelaku ditangkap ditempat perlariannya, di Helios Kost Jalan Krida 18 Malalayang, Manado, Sulawesi Utara.

Sebelumnya, tersangka telah melakukan penipuan dan penggelapan yang merugikan banyak korban. Diperkirakan,  kerugian mencapai Rp. 12.900.000.000,-

Hal tersebut disampaikan oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri, AKBP Priyo Prayitno dan Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H., pada saat Konferensi Pers yang digelar Rabu (22/7/20), di Polda Kepri.

“Berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP-B/65/VI/2020/Spkt-Kepri, pada tanggal 26 Juni 2020, tersangka berinisial V alias K, melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan. Tersangka bekerja sebagai Kasir disalah satu Money Change di daerah Nagoya  Batam. Ketika perbuatan nya mulai dicurigai oleh korban-korbannya, V alias K langsung melarikan diri dan meninggalkan Kota Batam.

Bukan hanya itu, tersangka juga menjual rumah tempat tinggalnya yang berada di Batam. Sejak saat itu, tersangka tidak lagi bisa dihubungi. Bahkan, tidak ada yang mengetahui keberadaannya, “tutur Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri.

Investasi 2Tersangka V alias K (berbaju Orange-red) saat dilakukan Konperensi Pers di Mapolda Kepri.

Tapi belakangan, Tim Ditreskrimum Polda Kepri berhasil melacak keberadaannya. Dan Senin (13/06/2020), tersangka berhasil diamankan di Helios Kost Jalan Krida 18 Malalayang, Manado Sulawesi Utara. Dan langsung dilakukan pemeriksaan di Polres Manado, Sulawesi Utara. Tanggal 18 Juli 2020, tersangka dibawa ke Polda Kepri, untuk pemeriksaan lebih lanjut, “jelas Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri.

“Hasil pemeriksaan terhadap tersangka, diperoleh keterangan,  bahwa kurang lebih ada 11 orang yang menjadi korban. Salah satunya merupakan Warga Negara Malaysia. Dan telah menjadi korban investasi bodong atau fiktif tersebut. Dengan total uang yang telah diterima tersangka selama menjalankan aksinya sekitar 12 Milyar lebih.” jelas Kasubbid Penmas.

“Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka, dengan cara membujuk calon korban untuk melakukan Investasi penukaran pecahan uang $ 50,- (lima puluh dolar Singapura) ditukar dengan uang pecahan $ 1.000,- (seribu dolar Singapura). Dan nantinya, akan ada agen atau pembeli untuk pecahan uang $ 1.000,- (seribu dolar singapura) tersebut. Dengan mengiming-imingi korban akan mendapat keuntungan dalam setiap 1 (satu) lembar pecahan $ 1.000,- (seribu dolar singapura), berupa point sebanyak 20 point atau sebesar Rp. 20.000,- yang dibayarkan setiap harinya kecuali hari minggu kepada korban nya”. Jelas Wadir Reskrimum Polda Kepri.

“Tersangka berinisial V alias K, jenis kelamin Laki-Laki, Agama Budha, Alamat di Komplek Indah Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam. Dan Barang bukti yang diamankan adalah, beberapa unit Handphone, Buku Tabungan, Kwitansi, Uang Tunai Rp. 13.000.000,- dan Rekening Koran atas nama tersangka. Atas perbuatan nya, tersangka dikenakan Pasal 378 dan atau pasal 372 jo pasal 64 kuhp, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara, “jelas Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H.

“Dihimbau kepada korban lainnya, untuk bersedia menyampaikan laporan pengaduan ke Polda Kepri. Sampai saat ini, korban yang telah melapor sebanyak dua orang. Disampaikan juga kepada Masyarakat untuk tidak tergiur dengan iming-iming investasi fiktif yang jelas tidak logis, “tutup Kabid Humas Polda Kepri melalui Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno. (***).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here