Kadinkes Kepri : “Tidak Selamanya Pemakaman Pasien Covid-19 Harus Menggunakan APD”

0
65
pasien Covid-19
Proses pemakaman jenazah terpapar Covid-19 oleh penggali kubur dan warga tanpa APD. 
Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id – Proses pemakaman pasien Covid-19, berinisial Sab, yang dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU)  Kilometer 25 Kijang, Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan, beberapa waktu lalu, hanya dilakukan oleh penggali kubur dan masyarakat.

Herannya, kemana Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 berseragam Putih-putih alias Alat Pelindung Diri (APD) yang selama ini melakukan pemakaman terhadap setiap pasien yang  meninggal dunia lantaran terpapar Covid-19 ?

 pasien Covid-19

Sesuai pemberitaan di media ini kemarin, seorang warga berinisial Sab, yang tinggal di  Kampung Keke RT 004 / RW011 Kelurahan Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, meninggal dunia di Rumah Sakit Raja Ali Thabib (RAT) Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) lantaran terpapar Covid-19.

Sab meninggal dunia pada tanggal 17/07/2021. Dikebumikan keesokan harinya. Herannya, proses pemakaman hanya dilakukan oleh penggali kubur dan pihak keluarga. Parahnya lagi, Petugas yang melakukan pengebumian, tanpa dilengkapi APD. Hal inilah yang menimbulkan banyak tanya dari berbagai kalangan.

Melalui Ponsel nya, Mohammad Bisri, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), diminta tanggapannya atas proses pemakaman yang tidak menggunakan APD itu.  Menurutnya, hal tersebut boleh dilakukan, jika masih di level 3,

“Jadi begini, kalo menyangkut penggunaan APD, itukan ada level 1, level 2 dan level 3. Kalau masih berada di level 3, tidak mesti menggunakan APD. Karena, setiap peti jenazah yang keluar dari Rumah Sakit, sudah ditutup rapat-rapat dan tidak boleh dibuka lagi. Artinya, tidak selamanya petugas pemakaman pasien Covid-19 harus menggunakan APD, “ujar Bisri (02/08/2021).

Disisi lain, seorang warga tertarik mengomentari kejadian itu. Lelaki paruh baya ini justru heran melihat proses pemakaman pasien Covid-19 tanpa dilengkapi pakaian pelindung diri (APD-red), “koq mendadak ada statemen yang mengatakan boleh melakukan penguburan jenazah Covid-19 tanpa dilengkapi pakaian pelindung diri. Baru ini saya dengar. Kenapa selama ini tidak ada ucapan seperti itu, “tuturnya heran.

Statement Bisri yang terkesan ngawur itu, sepertinya belum bisa dicerna masyarakat awam. Soalnya, orang nomor satu di Dinas Kesehatan Provinsi Kepri ini membolehkan pemakaman pasien Covid-19, meskipun tanpa APD. (Richard).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here