Merasa Difitnah Dan Namanya Dicemarkan, Pemilik Pelabuhan Itu Akhirnya Melapor ke Polisi

0
221
pemilik pelabuhan
Ilustrasi : Kesibukan yang kerap terjadi di Pelabuhan Rakyat (Pelra).
Bintan, gebraknusantara.co.id – Aktivitas bongkar muat di pelabuhan rakyat kilometer 16 lintas barat arah Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, selama ini beroperasi  lancar-lancar saja. Umumnya, komoditas yang sering dibongkar maupun dimuat adalah jagung dan dedak consentrat. Barang-barang tersebut dibawa ke pulau-pulau terpencil yang minim transportasi. Paling tidak, pemilik pelabuhan itu telah menolong masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terpencil untuk mendapatkan komoditas tersebut.
IMG 20211119 183832 compress77
Sukarso, petugas KSOP yang ditugaskan mengawasi di Pelabuhan.

Menurut penjelasan dari orang kepercayaan pemilik pelabuhan, bahwa pelabuhan tersebut telah lama berdiri, “kami membawa barang-barang dari pelabuhan ini, tujuannya adalah ke pulau-pulau yang terpencil. Barang yang kami bawa pun biasanya jagung dan dedak consentrat “ucapnya, Jum’at (19/11).

Sebenarnya usia pelabuhan itu sudah puluhan tahun. Bahkan, sebelum ada jembatan itu, pelabuhan tersebut sudah beroperasi. Nah . . . Selain lahannya bersertifikat, mengenai perizinan pun sudah dilengkapi. Bukan hanya itu pihak KSOP pun telah menempatkan petugasnya untuk melakukan pengawasan atas segala kegiatan di pelabuhan itu, “bebernya.

Masih menurut orang kepercayaan pemilik pelabuhan itu. Tapi belakangan saya lihat, ada media Online yang beritanya terkesan tendensius terkait aktivitas bongkar muat di pelabuhan itu. Parahnya lagi, wartawan yang memberitakan pun tidak ada konfirmasi ke pemilik pelabuhan. Bukan hanya itu. Isi beritannya juga terkesan penuh fitnah. Dalam narasi pemberitaannya, ada tertulis membongkar minuman beralkohol (Mikol) dan rokok non cukai. Padahal, tudingan itu sama sekali tidak benar” tuturnya.

Atas pemberitaan yang terkesan tidak berimbang itu, akhirnya pemilik pelabuhan berniat membawa permasalahan itu ke ranah hukum, “terus terang ya bang. Karena beritanya tidak berimbang dan boss saya pun merasa namanya telah dicemarkan, akhirnya persoalan itu dilaporkan ke pihak Kepolisian, “imbuhnya.

IMG 20211119 202640 compress32
Yusdianto, Ketua LSM GEMPITA Provinsi Kepulauan Riau.

Disisilain, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Generasi Muda Peduli Tanah Air (Gempita) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Yusdianto pun angkat bicara. Lelaki berambut ikal ini sangat menyayangkan kinerja oknum wartawan itu. Menurutnya, apa yang diperbuat oleh oknum wartawan itu terkesan kurang profesional, “iyaa . . . Saya ada membaca berita tentang pelabuhan itu. Ternyata beritanya tidak berimbang. Justru cenderung kearah fitnah. Padahal, pelabuhan itu telah berizin. Dan barang-barang yang dibongkar pun hanya jagung dan dedak consentrat, “kata Yanto (sapaan akrab-red), di seputaran Batu Sembilan Tanjungpinang, Jum’at (18/11).

Kalau bisa, lanjut Yanto. Jadilah seorang penulis profesional.  Jangan cuma bisa menulis, tapi merugikan orang lain. Nah . . . Andai kata permasalahan ini sampai ke ranah hukum, tentu yang susah kan keluarga kita sendiri, “ucapnya. (Richard)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini