Belasan Unit Mobil Dinas Milik Pemkab Bintan Tak Bayar Pajak

0
126
pemkab bintan
Adi Prihantara, Sekda Kab Bintan.
Bintan, gebraknusantara.co.id – Berita belasan mobil dinas, milik Pemkab Bintan yang tak bayar pajak di media ini, akhirnya dijawab Sugito Ghito, Kabid Aset  di DPPKD Bintan. Menurutnya, Pemkab Bintan saat ini sedang defisit anggaran, “ooh . . . Kalau soal itu memang sudah ada beberapa orang menanya saya. Sebenarnya begini, mengenai pembayaran pajak kendaraan dinas Pemkab Bintan, sudah diserahkan ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) masing-masing, “sebutnya di meja kerjanya (22/10/2018).
Mobdin Btn 3
Adi Prihantara, Sekda Kab Bintan.

Sedangkan kendaraan yang ada di Sekretariat, lanjutnya. Tanyakan saja langsung ke Sekda (Sekretariat Daerah) Bintan. Memang Pemkab Bintan saat ini sedang dilanda Defisit Anggaran. Makanya banyak kendaraan dinas yang belum membayar pajak.

Masih menurut Gito. Selain itu, ada lagi persoalan yang sulit untuk diselesaikan. Banyak kendaraan dinas yang ada di Pemkab Bintan, hasil hibah dari Provinsi maupun dari Pusat. Sementara, berkas berupa  BPKB nya, tidak ikut diserahkan. Padahal, untuk membayar pajak, kita harus melengkapi segala berkasnya, ditambah lagi dengan anggaran yang tidak cukup, “tutupnya.

Mobdin Btn 4
Sugito Ghito, Kabid Aset Kab Bintan.

Dihari yang sama, Adi Prihantara, Sekda Bintan, juga dikonfirmasi melalui layanan WA ke Ponselnya. Namun sedikit mengherankan, Sekda Bintan ini justru menyarankan media ini agar menanyakan permasalahan itu ke DPPKD Bidang Aset, “konfirmasikan saja ke Bagian Aset, “katanya singkat membalas konfirmasi.

Jika diamati, kedua petinggi di Pemkab Bintan ini terkesan saling lempar. Ironisnya lagi, penjelasan Kabid Aset Bintan tersebut, justru terkesan nyeleneh. Disatu sisi, Sugito menyebutkan Pemkab Bintan sedang dilanda Defisit. Sementara disisi lain, Pemkab Bintan justru saat ini sedang membangun proyek bernilai belasan miliar rupiah. Dan menggunakan dana APBD tahun 2018.

Besarnya nilai proyek itu, justru menjadi gunjingan ditengah-tengah segelintir warga, “iya bang. Proyek itu memang anggarannya sampai belasan miliar. Tapi kenapa mesti proyek seperti itu yang dibangun. Padahal, masih banyak lagi jenis pembangunan yang lebih bermanfaat, “beber lelaki yang mengaku tinggal di kota Kijang ini sambil ngacir mau menjemput anaknya, di salah satu kedai kopi di kota Kijang. (Richard/Maniur).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini