Pengaruh Kenaikan BBM Bersubsidi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota Tanjungpinang

0
14

Kepri, gebraknusantara.co.id

Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, merupakan bahan bakar minyak yang dibantu pemerintah melalui penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Maka dari itu, pemerintah juga akan
terlibat langsung dalam menentukan harga BBM. Pertamina sekaligus juga menjamin ketersediaannya di pasar domestik. Pengendalian BBM bersubsidi merupakan amanat Undang-Undang (UU) No 22 Tahun 2011 tentang APBN Tahun Anggaran 2012.

Berdasarkan Pasal 7 Ayat (4) UU tersebut, pengendalian anggaran subsidi BBM jenis
tertentu dan bahan bakar gas cair (liquefied petroleum gas/LPG) tabung 3 kg, dalam tahun
anggaran 2012 dilakukan melalui pengalokasian BBM bersubsidi secara lebih tepat sasaran,
dan kebijakan pengendalian BBM bersubsidi. Hal itu kemudian ditegaskan dalam
penjelasan Ayat (4) butir 1,  bahwa pengalokasian BBM bersubsidi tepat sasaran dilakukan melalui pembatasan konsumsi BBM jenis premium untuk kendaraan roda empat pribadi pada wilayah Jawa – Bali sejak 1 April 2012.

Untuk mendukung kebijakan
tersebut, pemerintah akan merevisi Peraturan Presiden (Perpers) No 55/2005, terutama
Pasal 2 Ayat (3) dan (4) yang menyebutkan, bahwa semua jenis kendaraan transportasi
darat, sungai, danau, dan penyeberangan, berhak menkonsumsi BBM bersubsidi.

Di Indonesia, khususnya kota Tanjungpinang, saat ini dengan kenaikan BBM bersubsidi,
masyarakat kota Tanjungpinang merasa berat dalam kenaikan BBM bersubsidi. Oleh karena itu,
pemerintah telah memberikan Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) kepada masyarakat per KK yang tidak mampu atau masyarakat yang di katakan di PHK. Dalam
pemberian BLT itu, tujuannya untuk mempertahankan atau meringankan masyarakat
dari kenaikan harga BBM yang telah berlangsung.

Kenaikan harga BBM berdampak negatif bagi masyarakat. Tetapi memberikan kesempatan
kepada pengembangan bahan bakar Gas dan energi alternatif lainnya, dan upaya konsevasi.
Selain itu digalakan kesadaran dalam hemat konsumsi BBM dan mengurangi ketergantungan
kepada BBM.

Bahan Bakar Minyak ( BBM) sangat bermanfaat bagi semua individu dalam beraktifitas
setiap hari. Bahkan setiap saat.  Oleh karena itu, jika kenaikan BBM melambung tinggi, maka
akan berpengaruh terhadap harga barang dan jasa yang ada di pasar- pasar. Lantas terjadi
penyimpangan pada sebagian orang atau individu dalam kenaikan BBM tersebut. Pada
bulan september 2022,  pemerintah telah resmi menaikkan harga tiga jenis BBM.  Mulai Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB. Rinciannya, harga Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter,
Solar naik dari Rp 5.150 menjadi 6.800 per liter, dan Pertamax naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 perliter.

Pemerintah Indonesia menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan alasan, karena
sekitar 70% subsidi BBM dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu.  Disebut pengamat ekonomi sebagai upaya “yang tidak tepat dan salah sasaran”.
Dengan kenaikan BBM bersubsidi, masyarakat di kota Tanjungpinang keberatan. Hingga puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di kota Tanjungpinang berorasi menolak
kenaikan BBM yang telah di buat oleh pemerintah. Para mahasiswa juga menyampaikan,
agar pemerintah Pusat hendaknya bisa melakukan relokasi anggaran belanja kementerian dan
lembaga yang tidak produktif,  untuk menopang subisidi BBM. Kemudian, menuntut pemerintah melakukan pengesahan revisi Perpres 191/2014. Dengan menyeimbangkan secara
matang. Serta memvalidasi dan memverifikasi secara tepat dalam pembahasan BBM.

Sejak bulan September tahun 2022 ini, kenaikan harga BBM sudah berlangsung atau sudah diselenggarakan di kota Tanjungpinang. Tetapi masih sebagian masyarakat memang sangat tidak terima atau
menolak kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah.  Dalam hal ini adalah BBM. Oleh
karena itu, sebagian orang atau sekelompok orang, dimana kelompok tersebut adalah
kelompok penekan (kelompok yang tidak mampu). Walaupun demikian, kita sebagai
masyarakat, merasa kurang terima dengan apa yang sudah dibuat oleh pemerintah.
Haruslah bersabar dan berusaha menerima demi perkembangan Negara yang maju dan
menyelesaikan masalah- masalah social lainnya yang akan terjadi di masa yang akan datang. (***).

Penulis : Norbertus Ceunfin. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Tanjungpinang. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini