Penggalian Tanah Timbun Untuk Proyek Pengendali Banjir, Tak Berizin

0
969
Penggalian Tanah
Lokasi pemotongan Bukit, tempat pengambilan tanah timbun di kisaran jalan Panglima Dompak Tanjungpinang. 
Tanjungpinang, gebraknusantara.co.idAktivitas Penggalian Tanah Uruk di jalan Panglima Dompak, di belakang komplek perumahan Agung Vista Kelurahan Batu Sembilan Kecamatan Tanjungpinang Timur, kini jadi sorotan.

Pasalnya, Puluhan Lori (Truck Fuso-red) yang mengangkut material tanah dari lokasi itu, beroperasi malam hari. Tanah tersebut diangkut ke lokasi proyek pembangunan Folder pengendalian banjir jalan Pemuda yang bakal dijadikan areal pengendali banjir yang kerap terjadi di Jalan Pemuda Tanjungpinang dan sekitarnya.

Penggalian Tanah

Proyek pengendali banjir yang menghabiskan anggaran belasan miliar rupiah itu, menggunakan Dana APBN Tahun 2021. Sesuai pantauan media ini di lokasi proyek (06/05/2021) lalu, yang ditemui hanya tumpukan tanah dan ratusan batang kayu yang terletak di tanah. Selain itu sejumlah alat berat yang sedang tidak beroperasi.

Terkait perusahaan yang mengambil material tanah dari jalan Panglima Dompak itu, disebut-sebut belum mengantongi izin. Padahal, cukup banyak material tanah yang diangkut ke lokasi proyek.

Penggalian Tanah
Situasi di lokasi proyek yang dipenuhi gundukan tanah dan beberapa unit kenderaan berat. 

Bukan hanya itu, proses pengangkutan tanah pun dilakukan malam hari hingga  subuh. Membuat warga sekitar yang sedang beristirahat pun merasa terganggu lantaran bisingnya suara mesin Lori yang melintas di sebelah rumahnya.

Sebelumnya, Selasa (04/05/2021), media ini coba memantau langsung ke lokasi pengambilan tanah di jalan Panglima Dompak. Di lokasi itu, yang terlihat hanya beberapa unit Lori dan alat berat yang sedang tidak bekerja. Seorang pekerja yang berada di pengambilan tanah menyebutkan, “kalau siang kami memang tak kerja bang. Kami kerjanya malam aja. Soalnya, kami hanya di-izinkan kerja malam hari, “ucap pria berkulit gelap, yang diduga salah seorang pekerja.

Ditempat terpisah, seorang warga yang mengaku tinggal di perumahan Agung Vista, tidak jauh dari lokasi pengambilan tanah itu  mengeluh. Menurutnya, suara mesin kenderaan pengangkut tanah itu mengganggu istirahatnya,

“Iya bang. Kalau mereka mulai bekerja, suara mesin alat berat dan suara Lori yang lewat terasa bising. Apalagi mereka bekerja sampai subuh. Kalau begini terus, kami kan terganggu, “ujarnya di bilangan Bintan Centre Tanjungpinang, (06/05/2021).

Dan media inipun coba menanyakan izin perusahaan yang menggali tanah Uruk itu ke Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Kepulauan Riau. Tapi menurut Jon Hendra, yang membidangi perizinan di dinas itu, bahwa pihaknya tidak ada menerbitkan izin untuk kegiatan itu, “setau saya, kami belum ada mengeluarkan izin untuk pemotongan Bukit itu. Tapi coba Abang konfirmasi ke pemerintah kota, “kata Jon memberi arahan melalui ponsel nya (04/05/2021).

Arahan tersebut langsung ditindaklanjuti ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Tanjungpinang. Menurut Samsudi, Kepala Dinas (Kadis) DLH Tanjungpinang, pihaknya memang belum mengetahui kegiatan itu, “wah . . . Kami belum tau itu. Terimakasih infonya bang. Nanti saya suruh anggota saya (Mulyadi-red) ngecek ke lapangan. Dan nanti, hubungi saja beliau, “ujar Samsudi melalui layanan WA (07/05/2021).

Dan ketika Mulyadi dihubungi, langsung memberi respon. Dan dijelaskannya, “terkait pekerjaan pemotongan itu, memang kami tidak ada menerbitkan izin nya bang. Kalau soal pengangkutan malam hari, itu restu dari dinas PU bang, “sebut Mulyadi lewat Ponsel nya (07/05/2021).

Selain itu, konfirmasi melalui layanan WA juga dilakukan terhadap Boby, yang disebut-sebut sebagai pengawas di proyek pengendalian banjir itu. Sayangnya, ditunggu sampai dua jam, Boby tak kunjung menjawab.

Sedangkan pak Tupang, yang mengaku hanya sebagai Subcon dalam menggali dan mengangkut material tanah di proyek itu, tak pernah tau soal perizinan, “kalau soal izin, tanya saja ke kontraktor. Saya disini hanya sebagai Subcon, “tutur Tupang melalui Ponsel nya (08/05/2021).  (Richard).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here