Pulau Berhala Bukti Keberanian dan Ketegasan Soerya Respationo Untuk Kepri

0
16
IMG 20201106 103137Calon Gubernur Provinsi Kepri, Soerya Respationo berfoto bersama wanita pemilik foto. 

Lingga, gebraknusantara.co.id

Sosok Soerya Respationo memang sudah tak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Lingga. Calon Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nomor urut 1 ini memiliki kiprah yang tak bisa dilupakan masyarakat Kabupaten Lingga semasa ia menjabat Wakil Gubernur Kepri periode 2010-2015.

Dihari kedua kunjungannya di Lingga, Soerya dengan senyum khasnya, kembali menyapa warga. Namun, mendadak seorang wanita mendatanginya. Soerya kaget dan penuh tanya melihat kehadiran wanita itu.

IMG 20201106 103204

Ternyata, wanita itu ingin menunjukkan foto Soerya ketika memperjuangkan Pulau Berhala agar tetap masuk dalam wilayah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, (05/11/2020).

“Ini foto lama saya setelah beberapa hari putusan MA. Saat itu sengketa kepemilikan pulau Berhala antara Provinsi Kepri dan Provinsi Jambi sempat berlarut-larut. Alhamdulillah berkat perjuangan seluruh masyarakat dan pemerintah, akhirnya tahun 2012 pulau Berhala tetap dinyatakan sebagai bagian dari Provinsi Kepri, “ungkap Soerya.

Dalam foto yang menampilkan Soerya menggunakan seragam dinas Pemprov Kepri itu tercantum tanda tangan dan tanggal 26 Februari 2012 yang menandakan kehadiran Soerya ke pulau Berhala setelah beberapa hari keluarnya putusan Mahkamah Agung (MA). Dan hari ini pun foto itu kembali ditandatangani oleh Soerya.

Kala awal mula terjadinya sengketa kepemilikan pulau Berhala, Soerya Respationo merupakan salah satu tokoh Kepri yang berani menyatakan dengan tegas, bahwa peraturan menteri yang menyatakan Pulau Berhala menjadi bagian dari Provinsi Jambi adalah cacat hukum.

“Kita sudah memperjuangkan dan menang. Jadi pembangunan ekonomi masyarakat di pulau Berhala harus dimaksimalkan. Jangan ada lagi masyarakat Kepri yang merasa ditinggalkan pemerintah, “ujar Soerya.

Pulau berhala memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Pasir putihnya begitu indah dengan panorama bebatuan besar menghiasi sepanjang bibir pantai. Menambah nilai eksotisme sebagai kawasan pariwisata.

“Potensi perikanan juga potensial dikembangkan. Karena mayoritas masyarakatnya nelayan. Bisa dikembangkan budidaya ikan selain membantu nelayan untuk memaksimalkan tangkapan ikan dengan modernisasi. Termaksud menghadirkan investor untuk pengalengan ikan, “terang Soerya. (***).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here