Pungutan Biaya Test Antigen di Pelabuhan SBP Tanjungpinang Dipertanyakan

0
323
Test Antigen
Lembaran hasil Test Antigen dan nominal harga yang harus dibayar warga. 
Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id – Wajib jalani Test Antigen bagi calon penumpang yang akan bepergian melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP)  Tanjungpinang. Namun, kewajiban itu justru jadi gunjingan miring  ditengah-tengah masyarakat. Soalnya, merasa terbebani atas biaya Antigen yang terkesan mencekik leher.
IMG 20210812 144649 compress55 scaled
Potongan ticket kapal Fery MC. Oceanna 10 yang mencantumkan harga ticket sekali jalan. 

Herman, warga Kota Tanjungpinang, hari Minggu (08/08/2021) lalu, bersama dua orang rekannya, berangkat ke Kota Batam mau menindaklanjuti pekerjaannya. Tapi saat berada di pelabuhan SBP, Herman  terheran dengan kewajiban yang harus menjalani Test Antigen di pelabuhan itu. Soalnya, dia dan rekannya harus merogoh kocek lagi untuk membayar Test Antigen. Dengan berat hati, Herman dan kedua rekannya pun harus menuruti anjuran yang didapat, agar bisa segera berangkat.

IMG 20210812 144339 compress87 scaled

IMG 20210812 144308 compress80
Lembaran surat hasil Test Antigen dari petugas yang Test di pelabuhan SBP Tanjungpinang.

Dituturkannya, biaya sekali menjalani Test Antigen di pelabuhan itu, sebesar 150 ribu rupiah dan berlaku hanya 1 x 24 Jam, “iya . . . Saya bersama dua orang rekan saya kemarin pergi ke Batam. Tapi, sebelum kami beli ticket, kami diarahkan seorang petugas Security agar terlebih dahulu melakukan Test Antigen. Tapi, kami masing-masing harus membayar seratus limapuluh ribu rupiah, “keluh Herman.

Saya menilai, lanjut Herman. Biaya sekali Antigen itu terlalu mahal. Koq bisa lebih mahal dibanding harga ticket kapal. Kalau saya lihat saat itu, jumlah calon penumpang lumayan banyak. Jika dihitung secara kasar, dalam sehari mereka bisa mendapatkan uang dari Test  Antigen itu belasan juta rupiah. Soalnya, saat ini kan kapal yang berangkat cuma 3 trip, “katanya.

Paparan lelaki berkumis ini justru menimbulkan segudang tanya. Kemana dibawa hasil pembayaran Test Antigen itu ? Dan apa dasar hukum melakukan kutipan sebesar itu ? Anehnya lagi, bagi calon penumpang yang telah divaksin dua kali pun harus menjalani Test Antigen. Lalu apa gunanya Sertifikat yang diberikan oleh pemerintah kepada warga yang telah divaksin dua kali, “bebernya, (10/08/2021).

Cukup ramai calon penumpang saat itu. Sambil menunggu jam keberangkatan, Herman dan dua orang rekannya nongkrong di samping kapal Fery yang akan ditumpanginya. Menyempatkan momen, salah seorang rekannya bertanya kepada seorang wanita berkerudung hitam yang bertugas menyobek ticket penumpang, dan berdiri di samping kapal Fery MC. Oceanna 10, yang akan berangkat pukul 17.30 wib. Wanita berkerudung itu menyebutkan, “biasalah bang. Untuk yang sekarang ini jumlah penumpang berkisar 116 orang dan terbilang sangat sepi penumpangnya, “katanya singkat, ketika ditanya.

Biaya sekali Test Antigen di pelabuhan itu memang perlu dipertanyakan. Apalagi sampai  membebani keuangan calon penumpang. Untuk itu, diminta kepada lembaga yang berkompeten mengawasinya, agar segera menindaklanjuti, terkait keluhan calon penumpang itu. Tujuannya, agar Test Antigen berbayar itu, segera  ditinjau kembali. Dan bagi penanggungjawab kegiatan itu, segera diperiksa dan dibawa ke ranah hukum. Pasalnya, kegiatan itu identik dengan Pungutan Liar alias Pungli.

IMG 20210208 173743 compress87
Sholikin, ketua LSM Gebrak Provinsi Kepri. 

Ditempat terpisah, Sholikin, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menanggapi serius tentang praktek Antigen berbayar itu. Lelaki yang kerap menyoroti kinerja buruk petinggi di daerah ini sangat geram mendengar kejadian itu. Menurutnya, praktek Antigen berbayar itu harus ditinjau ulang karena sangat memberatkan masyarakat di tengah wabah covid – 19 dan pemberlakuan PPKM ini,

“Saya memang sudah dengar keluhan masyarakat soal Tes Antigen berbayar di Pelabuhan Sri Bintan Pura dan Pelabuhan Telaga Punggur Kota Batam itu. Kayaknya sudah terjadi pembiaran. Lalu kemana perginya aparat yang seyogianya mengawasi kinerja petugas yang terkesan merugikan masyarakat, “sebut Sholikin di salah satu warung kopi di Batu sembilan Kota Tanjungpinang, (10/08/2021).

Ditambahkannya. Atas praktek Tes Antigen berbayar itu, saya juga mau cari tahu apa dasar hukumnya. Dan saya lihat, tandatangan di kertas hasil Test Antigen itu, sepertinya bukan tandatangan basah. Makanya perlu dipertanyakan, “bebernya geram. (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini