Raja Malik Yakin Tamaddun Melayu Mencapai Puncak Bersama Soerya-Iman

0
15
IMG 20201103 111935Raja Malik Hafrizal, Budayawan Melayu asal Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau. 

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Dari tiga Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Kepri pada
Pilkada Desember 2020 mendatang, hanya pasangan Soerya Respationo-Iman Sutiawan yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan budaya Melayu. Bahkan, dibawah kepemimpinan mereka, kejayaan Tamaddun Melayu diyakini akan mencapai puncaknya.

Demikian pandangan Raja Malik Hafrizal, salah seorang keturunan Raja Riau-Lingga, budayawan Melayu asal Penyengat. Menurutnya, komitmen Soerya Respationo sudah
didengarnya secara langsung. Baik ketika berkunjung ke Penyengat maupun ketika bersilaturahmi ke kediamannya.

“Soerya Respationo komit menjadikan budaya Melayu sebagai payung negeri. Salah satu janjinya memasukkan adat istiadat dan budaya Melayu dalam kurikulum untuk diajarkan di sekolah. Bahkan, beliau berjanji akan membangun kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) sendiri, jika terpilih menjadi
Gubernur. Serta menambah anggaran di bidang kebudayaan. Supaya lebih fokus menggali dan
merawat khazanah, “ungkap penerima Anugerah Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Tahun 2005 ini.

Malik yakin dan percaya, janji itu akan direalisasikan Soerya Respationo jika terpilih. Sebab,
sosok yang dikenal dengan sebutan Romo itu memegang teguh sikap ‘satunya kata dan
perbuatan’ “Komitmennya sudah terbukti, “tegas Malik.

Salah satu yang patut dikenang adalah, bagaimana peran Soerya Respationo ketika menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepri. Beliau menjadikan Dinas Kebudayaan terpisah dari dinas pariwisata. Soerya
mengadopsi Jogja dan Bali yang terkenal konsisten menjaga budaya. Dia menyadari betul
bahwa pondasi Kepri adalah kebudayaan. Sehingga, mutlak harus diurus secara khusus.

“Jika terpilih kelak, Soerya berkomitmen membangun Balai Adat di setiap Kecamatan. Balai
Adat untuk semua dengan budaya Melayu sebagai payungnya, “terang Malik.

Kejayaan tamaddun Melayu, kata Malik lebih terkonsep bersama Soerya Respationo yang
menjunjung tinggi falsafah, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

“Seperti halnya dahulu Pak Soeripto, Gubernur Riau membangun Balai Maklumat Pulau Penyengat untuk melestarikan naskah-naskah kuno Riau sebagai bukti tajamnya pena para
cendekiawan Melayu. Lalu pada masa kepemimpinan Pak Murwanto, Bupati Kepulauan
Riau yang notabene orang Jawa. Terjadi revitalisasi besar-besaran terhadap peninggalan
sejarah, terutama di Pulau Penyengat. Juga Daeng Marewah yang bergelar Kelana Jaya Putra. Beliau berasal dari suku Bugis Sulawesi. Ini membuktikan kalangan pendatang justru lebih
berpotensi memajukan negeri ini, “katanya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here