Rehat Sejenak, Soerya Respationo ‘Rendam’ Kaki di Pemandian Air Panas Desa Berindat

0
47
IMG 20201107 124854Sambil rehat, Cagub Kepri ini merendamkan kakinya di Kolam Air Panas Desa Berindat Lingga.

Lingga, gebraknusantara.co.id

Memang diakui, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki banyak Destinasi wisata. Baik Wisata Bahari, Wisata Alam hingga Wisata sejarah dan Religius. Salah satu tujuan yang banyak menarik wisatawan mancanegara maupun domestik di Kabupaten Lingga adalah,
Pemandian Air Panas di Desa Berindat, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga.

IMG 20201107 124824Untuk mencapai lokasi pemandian yang berukuran kurang lebih 40 x 60 meter
persegi dan berjarak 3-4 kilometer dari pusat kota ini, pengunjung bisa menikmati
pemandangan alam yang menarik. Bahkan menelusuri perkebunan karet disisi kiri
dan kanan.

IMG 20201107 124932

Terlihat di lokasi, ada empat kolam yang memiliki suhu berbeda-beda. Mulai dari suhu
rendah, sedang dan tinggi. Serta kolam khusus anak-anak yang tidak panas.

Air panas di pulau yang pernah menjadi daerah penghasil timah terbesar di Kepri pada masa lampau ini, diketahui bersumber dari mata air Belerang asli yang
dipercaya dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengobati berbagai jenis
penyakit kulit.

Selain itu, kandungan dari Belerang alami yang terdapat di kolam air panas ini, juga
dapat untuk merefleksi diri. Sebab letaknya di bawah rerimbunan pohon yang rindang dan alami. Membuat para pengunjung menjadi lebih nyaman berada di tempat ini.

IMG 20201107 124735

Hal inilah yang menginspirasi Calon Gubernur Kepri H. M Soerya Respationo untuk
merefleksi dirinya, disela-sela kunjungannya selama berada di Kabupaten Lingga.

Bersama Widiastadi Nugroho dan tim SInergi, Pria yang berpasangan dengan Iman
Sutiawan di Pilkada Kepri dan mengantongi nomor urut 1 ini pun langsung menjajal
Pemandian Air Panas tersebut.

Meski hanya merendamkan kaki selama 30 menit, ekspresi kesegaran langsung
terpancar dari wajah Bapaknya Wong Cilik ini.

“Hangat airnya Romo. Tapi khasiatnya juga bagus untuk kesehatan. Karena bersumber
dari Mata Air Belerang asli, “jelas Rusmaidi Melong. Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Hutan Tahfidz Halimatussa’diyah,  saat menemani rombongan, Jumat (06/11/2020) sore.

Pihaknya pun menegaskan, setiap musim libur dan akhir pekan, banyak masyarakat memanfaatkan Pemandian Air Panas ini.

Sesuai pantauan, lokasi  pemandian Air Panas ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang terbilang cukup memadai.

Mulai dari Pondok Bambu yang digunakan untuk beristirahat, tempat Ibadah hingga Kantin.  Untuk menawarkan berbagai jenis makanan hingga cemilan selama di lokasi. Sedangkan biaya masuk ke lokasi, setiap pengunjung diwajibkan membayar Rp 5.000 per orang. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here