Satreskrim Polres Bintan Tangkap 3 Penambang Pasir Diduga Ilegal

0
14
Polres Bintan
Bintan, gebraknusantara.co.idSatuan Reserse Polres Bintan lakukan penangkapan terhadap 3 orang Penambang pasir diduga Ilegal Senin, (17/01/2022).

Polres Bintan

Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono, S.H., S.I.K., M.H. menjelaskan, melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Hatmoko , S.H., S.I.K. didampingi Ps. Kasi Humas Polres Bintan Iptu Missyamsu Alson dan Ipda Richie Putra, S.H. Kanit Tipidter Satreskrim dalam Konferensi Pers, Jumat (21/01/2022).

Polres Bintan

Penangkapan tersebut berawal dari Informasi masyarakat yang memberitahukan, bahwa ada aktivitas penambangan pasir di daerah Kampung Banjar baru Desa Gunung Kijang Kabupaten Bintan. Berbekal informasi tersebut, Personil Satreskrim Polres Bintan langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi.

Polres Bintan

Sampai di lokasi, ternyata informasi tersebut benar, ada aktivitas penambangan pasir.  Kemudian anggota Satreskrim melihat langsung aktivitas tersebut. tampak di lokasi tambang 2 unit mesin penyedot pasir yang sedang beroperasi. Mesin tersebut menyedot pasir dari dalam kolam, langsung disalurkan ke dalam sebuah bak penampungan melalui selang.  Di lokasi itu juga ditemukan 2 unit truk (Lori-red). Yaitu, 1 unit truk dengan bak sudah terisi penuh pasir. Sedangkan 1 unit truk lainnya, sedang dalam proses  pengisian.

Di lokasi tambang, petugas mengamankan seorang pria berinisial YA, (22 thn) selaku pemilik mesin. Saat dilakukan interogasi di lapangan, YA mengaku bekerja di lahan milik CV. KMBJ. Dengan perjanjian, bagi hasil dari penjualan pasir. Sedangkan pembeli pasir adalah, para sopir truck yang ngantri di lokasi tambang. Tak menunggu lama, para sopir truck dan pemilik mesin yang berada di lokasi tambang beserta sejumlah barang bukti, langsung diamankan.

Atas peristiwa itu, ditetapkan 3 orang tersangka. Yaitu, YA selaku penambang atau pemilik mesin.  Kemudian M alias U selaku pemilik CV. KMBJ. Dan satunya lagi, seorang wanita berinisial JH selaku pengurus perusahaan CV. KMBJ.

Para tersangka dijerat dengan pasal 158 Jo pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau denda 100 Milyar. Sedangkan 2 orang lainnya, yaitu Eds dan Mks masih dalam pengejaran.

Diakhir Konferensi apers tersebut, AKP Dwi Hatmoko menghimbau kepada pelaku usaha ilegal agar segera menutup atau menghentikan kegiatannya. Dan kami Polres Bintan akan melaksanakan penindakan terhadap penambang pasir ilegal. Dan kami Polres Bintan berkomitmen,  hal ini akan berkelanjutan dan tetap dilakukan razia dan penindakan sesuai dengan Perundang-Undangan,

Sejak kejadian tersebut, tidak ada lagi kegiatan penambangan pasir dan mesin yang beroperasi. (***).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini