Sejumlah Dewan Was-Was, Pasalnya Salah Seorang Anggota DPRD Kepri Dinyatakan Positif Corona

0
15

dprd kepri

Bintan, gebraknusantara.co.id – Sejumlah anggota DPRD Kepri was-was dan bertanya-tanya mengenai adanya soerang anggota DPRD yang dinyatakan positif corona pada hasil tes swab pertama.

Kabar itu terjawab setelah pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan memberikan keterangannya.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan menyatakan salah seorang anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dari daerah pemilihan Kabupaten Bintan-Lingga, EA, positif terpapar Covid-19.

Diduga anggota DPRD Kepri itu terpapar setelah kembali dari Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Bintan Gama AF Isnaeni, di Bintan, Selasa (18/8), mengatakan, EA dinyatakan positif tertular Covid-19 berdasarkan hasil tes usap pertama di Laboraturium polymerase chain reaction (PCR) Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam.

Kepala dinas Kesehatan Bintan dr Gama AF Isnaeni
Kepala dinas Kesehatan Bintan dr Gama AF Isnaeni.

“Anak dari EA juga tertular virus corona jenis baru penyebab Covid-19. Namun AW, suami dari EA dinyatakan negatif Covid-19. Mereka dalam kondisi baik, dan masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG) ,” katanya.

Sementara berdasarkan hasil tes usap kedua, Gama menjelaskan EA dan anaknya dinyatakan negatif Covid-19.

Untuk itu, mereka masih menunggu hasil tes usap ketiga.

“Mudah-mudahan hasil tes usap ketiga negatif lagi sehingga dapat dinyatakan sudah sembuh,” kata Gama AF Isnaeni.

Sementara itu, tenaga kesehatan dari Dinkes Bintanterus melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan EA di DPRD Kepri sejak Selasa (18/8) siang hingga sore.

Seluruh orang yang pernah kontak erat atau primer dengan EA menjalani tes usap untuk memastikan apakah mereka tertular Covid-19 atau tidak.

Kasubag TU Kepegawaian, Kehumasan dan Perpustakaan DPRD Kepri Patrick Nababan mengatakan penyemprotan disinfektan dilakukan di seluruh ruangan kantor DPRD.

“Kami juga membantu tenaga kesehatan dengan memberi informasi terkait siapa saja yang pernah kontak dengan pasien tersebut,” katanya.

Ia menyatakan Kantor DPRD Kepri tetap beraktivitas. Namun, sesuai instruksi Sekda Kepri Tengku Said Arif Fadillah, jumlah staf yang bekerja hanya 50 persen.

Kantor DPRD Kepri sejak Maret 2020 sampai sekarang mematuhi protokol kesehatan. Fasilitas air bersih dan sabun, dan cairan pembersih tangan tersedia di depan Kantor DPRD Kepri.

Selain itu, petugas memeriksa suhu badan seluruh anggota DPRD Kepri, staf sekretariat dan tamu sebelum masuk ke kantor tersebut.

Seperti perbincangan sejumlah anggota DPRD Kepri, sempat menyatakan khawatir semenjak beredarnya informasi tersebut.

Mereka umumnya saling mencari tahu kepada sesama anggota DPRD. Bahkan ada juga yang mencari tahu berdasar informasi dari pihaj-pihak terkait. (Hin/Net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here