Selain Upahnya Minim, Karyawan CV. Family Food Juga Belum Semua Didaftar Sebagai Peserta BPJS

0
8

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Ulah pengusaha yang dianggap tak manusiawi terhadap karyawannya, terendus lagi. Pengusaha pemilik CV. Family Food yang bergerak di bidang produksi Roti, beralamat di jalan Ganet Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), ditenggarai merugikan karyawannya.

IMG 20220818 113128 compress63

Diperoleh informasi, bahwa karyawan yang bekerja di perusahaan itu, wajib masuk kerja pukul 04.30 Wib. Dan pulang pukul 17.30 wib. Sementara, upah yang didapat hanya satu juta rupiah setiap bulan.

Selain itu, potongan upah sebesar seratus ribu rupiah juga dikenakan terhadap karyawan yang mangkir tanpa alasan. Pemotongan upah ini, sepertinya  sanksi bagi karyawan yang tak masuk kerja.

Bukan hanya itu. Jika Roti yang baru dicetak rusak, karyawan yang merusakannya pun harus rela gajinya dipotong sebesar sepuluh ribu rupiah. Parahnya lagi, karyawan yang mengabdi di perusahaan itu, belum semua didaftarkan sebagai peserta BPJS.

Rabu (24/08/2022), media ini bersama media Online lainnya,  coba menemui Atuang, pimpinan CV. Family Food di perusahaan tersebut. Setelah ditunggu beberapa saat, Atuang pun bersedia menemui wartawan yang hendak menemuinya guna konfirmasi.

Di ruangan Etalase tempat menjual berbagai jenis Roti siap santap, Atuang mulai mendengarkan paparan informasi yang diperoleh media. Satu persatu informasi itu disampaikan. Dan dengan tekun Atuang mendengarkannya.

Usai mendengarkan informasi yang disampaikan, Atuang langsung menyangkal informasi itu. Dan dia pun mulai memberi penjelasan, “kalau soal jam kerja, memang kita mulai kerja pukul 4.30 wib sampai pukul 17.30 wib. Tapi, saya pakai dua Shift. Dan sebagian besar karyawan disini adalah warga yang ada di sekitar ini, “tuturnya didampingi salah seorang karyawatinya.

Ditambahkannya. Mengenai pemotongan upah sebesar seratus ribu rupiah lantaran tidak masuk kerja, itupun ada mekanismenya. Jika absen lantaran sakit, dan ditunjukkan surat berobatnya, tidak kita potong. Tujuan saya menerapkan aturan seperti itu, semata-mata hanya untuk mendisiplinkan. Mengenai info tentang pemotongan upah sepuluh ribu rupiah lantaran Roti rusak, itu tidak betul, “ujarnya.

Masih menurut Atuang. Sebenarnya, separuh dari karyawan yang ada disini, sudah saya daftarkan sebagai peserta BPJS. Sedangkan karyawan yang lainnya, belum. Soalnya, mereka masih dua atau tiga bulan bekerja disini. Terus terang, saya juga sering berkordinasi dengan  pihak BPJS. Dan mereka memaklumi kondisi karyawan yang masih tiga bulan bekerja disni, “bebernya. (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini