Seret ke Meja Hijau Pelaku Tambang Batu Granit Ilegal di Bintan

0
115

IMG 20200928 170742Satu unit alat berat tampak sedang beroperasi.

Bintan, Gebraknusantara.co.id

Kegiatan tambang Batu Granit yang pernah dikelola oleh PT. Bukit Panglong (PT. BP), di Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan, telah lama dilarang beroperasi oleh pemerintah.

Dan larangan itupun tampak dipatuhi oleh pihak perusahaan. Terbukti, sejak larangan itu terbit, nyaris tak ada kegiatan di lokasi PT. BP.

Namun belakangan, kawasan itu mendadak jadi gunjingan. Ternyata, pemilik lahan secara diam-diam kembali melakukan penambangan Batu Granit. Dan hasilnya dijual kepada siapa saja yang menginginkannya.

Namun sayang, pemilik lahan justru terkesan berkelit ketika dikonfirmasi langsung di kantor Security PT. BP (23/09/2020) lalu. Pria berkacamata yang ditemui di kantor itu memberi penjelasan terkait aktivitas yang dilakukannya.

Menurutnya, aktivitas itu cuma membantu warga yang sedang kesusahan, “Kami di lokasi itu bukan menambang pak. Kami cuma buat jalan. Supaya ada jalur untuk jalan orang-orang yang bekerja disana. Sama sekali saya tidak mengambil keuntungan dari kegiatan itu. Saya cuma membantu warga yang sedang kesusahan, “katanya.

Padahal, informasi yang didapat, bahwa Batu Granit itu dijual dengan harga Rp. 500.000,- per lori (Truck-red). Dengan pembagian, Rp. 230.000,- untuk pemilik lahan, dan Rp. 270.000,- untuk pekerja. Rincian ini sesuai dengan pemberitaan di media ini sebelumnya.

Di dalam kawasan itu, beberapa waktu lalu pernah terjadi kecelakaan kerja. Bahkan, seorang pekerja meninggal dunia. Ujung-ujungnya, persoalan tersebut sampai ke pihak kepolisian. Dan pihak kepolisian pun tak mau gegabah. Lokasi tempat kejadian perkara, langsung diberi garis polisi (Police Line-red).

Berarti, dilarang masuk maupun beraktivitas di pusaran lokasi tersebut. Tapi nyatanya, pemilik lahan justru mengeruk material Batu Granit yang ada di lokasi itu. Perbuatan itu terkesan mengabaikan garis polisi yang telah dipasang.

Senin (28/09/2020), media ini coba melakukan konfirmasi kepada AKP, Ulil Rahim S.Kom, Kapolsek Bintan Timur. Guna menanyakan aktivitas tambang Batu Granit tersebut.

Sayangnya, pak Kapolsek hanya menjawab singkat, “Tks Informasinya pak. Akan di cek, “jawab Kapolsek singkat melalui layanan WA nya.

IMG 20200915 150603 1

Menanggapi kejadian itu, Sholikin, ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Gerakan Berantas Korupsi Provinsi (Gebrak) Kepri pun merasa geram. Dia menilai, kekayaan alam Pulau Bintan telah diobrak-abrik secara ilegal,

“Kalau saya amati, kekayaan alam Pulau Bintan telah diobrak-abrik. Saya harap pihak penegak hukum segera turun tangan terkait kegiatan itu. Apalagi kegiatan itu berada di lokasi yang telah diberi garis polisi. Saran saya, agar kekayaan alam Pulau Bintan bisa terselamatkan, seret saja pelakunya ke ranah hukum, “ujar Sholikin (27/09/2020) (Richman).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here