Sorotan Tajam Sembako Murah Disperidagin Tanjungpinang

0
225

Smbk 2Foto Ilustrasi : Tumpukan bungkusan Paket Sembako siap dibagikan.

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Aksi jual Sembako murah ala Pemerintah kota (Pemko) Tanjungpinang, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagin), yang berlangsung selama dua hari (tanggal 04 dan 05 Mei 2020) lalu, disebut-sebut lebih dari separuh harga Sembako itu, disubsidi oleh Pemko Tanjungpinang. Dan kegiatan itu pun mendapat pujian dari sejumlah kalangan.

Disisi lain, justru kegiatan itu menuai kritik. Bahkan, kritik tajam justru datang dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berkiprah di kota Tanjungpinang.

Proses penjualan Sembako murah yang disalurkan langsung kepada masyarakat melalui kantor Kelurahan yang ada di kota Tanjungpinang itu, tampak digandrungi. Bahkan, kerumunan massa pun tak terhindari. Antara yang satu dengan yang lainnya, tampak nyaris saling bersentuhan ketika berupaya mendapatkan Sembako murah itu. Ujung-ujungnya, himbauan pemerintah tentang  Phisycal Dystancing pun terabaikan.

Besarnya animo masyarakat atas Sembako murah itu memang dianggap wajar. Apalagi jika dikaitkan dengan dampak buruk bencana Pandemi Covid-19 yang sedang melanda.

Niat baik Pemko Tanjungpinang membantu masyarakatnya, dengan menyelenggarakan penjualan Sembako murah bersubsidi itu, pantas diacungi jempol. Bahkan, rumor yang berkembang menyebutkan, subsidi yang diberikan Pemko Tanjungpinang, lebih dari separoh harga sebenarnya.

Tapi, belakangan menyeruak kabar, bahwa harga Sembako yang digadang-gadang sebesar Rp.123.000,- itu, dianggap tidak sesuai dengan harga yang sebenarnya di pasaran. Hasil pantauan salah satu LSM di salah satu Swalayan di kota Tanjungpinang, bahwa harga tersebut telah digelembungkan. Ketua LSM ini menganggap, bahwa penggelembungan harga itu bertujuan, agar subsidi yang diberikan terkesan besar.

Smbk 8Foto : Rincian harga dari Disdagin kota Tanjungpinang.

Adapun materi bahan pokok yang dikemas dalam satu Paket, berisi : 30 butir Telur, 2 kg Tepung, 2 kg Gula dan 1 liter Minyak Goreng. Dan total harga versi Disdagin, Rp.123.000,- Dan disubsidi sebesar Rp.63.000,- Artinya, masyarakat pembeli, cukup membayar Rp.60.000,-

Namun harga global tersebut diatas, ternyata berbeda dengan harga yang sebenarnya, ketika personil LSM itu melakukan Cross cek di lapangan.

Yusdianto, ketua LSM Gempita (Generasi Muda Peduli Tanah Air), mengaku, bahwa pihaknya telah melakukan Cross cek langsung ke salah satu Swalayan di kota Tanjungpinang, “hal ini kita suarakan agar jangan sampai ada oknum dan Instansi manapun di jajaran Pemko Tanjungpinang mengambil keuntungan dalam kegiatan penjualan Sembako murah itu. Apalagi jika dikaitkan dengan bencana Covid-19. Soalnya, harga yang disebut-sebut sebesar Rp.123.000,- per paket, saya anggap lebih mahal dari harga yang sebenarnya. Karena, kami sudah Cross cek ke salah satu Swalayan, ”ucap Yanto, sapaan akrab (06/05/2020)

Ditambahkannya, “seharusnya Pemko Tanjungpinang memberi contoh yang baik kepada masyarakat terkait penerapan Physical Distancing. Bukan malah sebaliknya, ”katanya kesal.

Sementara itu, media ini coba melakukan konfirmasi kepada Ahmad Yani, Kadisdagin kota Tanjungpinang melalui layanan WA ke Ponsel nya (06/05/2020). Namun, sampai berita ini diunggah, pak Kadis belum menjawab.

Smbk 3Foto : Lembaran informasi tender yang diterbitkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan (LKPP).

Kegiatan yang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah, yang diambil dari APBD tahun 2020 ini, dilakukan melalui proses tender lelang pada bulan Februari 2020 lalu. Dan tender proyek itu diberi nama, Belanja Barang Untuk Diserahkan Keepada Masyarakat / Pihak Ketiga. Herannya, proses tender barang yang dimenangkan CV. Innovation Plus itu, justru diperjualbelikan. (Richard).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here