Sorotan Tajam Ketua SPRI Kepri, Soal Pembunuhan Wartawan Di Sumut

0
67
Pembunuhan Wartawan
Kepri, gebraknusantara.co.idPembunuhan terhadap wartawan yang terjadi baru-baru ini di Sumatera Utara (Sumut) kian ramai dibicarakan. Bahkan, banyak  kalangan yang mendesak pihak kepolisian setempat untuk mengungkap pelakunya.
Di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) misalnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Serikat Pers Republik Indonesia (DPD SPRI) Provinsi Kepri, Sholikin, merasa sangat terpukul atas peristiwa pembunuhan itu. Dikatakannya,

“Saya merasa sangat terpukul atas peristiwa pembunuhan itu. Jadi, melalui media ini, saya minta kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, agar memerintahkan Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak untuk segera menangkap pelaku pembunuhan Wartawan di kota Pematang Siantar Provinsi Sumatera Utara, yang terjadi kemarin, “ujar Sholikin di Tanjungpinang.

Pembunuhan Wartawan
Korban saat ditangani tim medis di RS VIta Insani Pematang Siantar.

Belakangan ini, di Provinsi Sumatera Utara, memang kerap terjadi teror dan kekerasan terhadap jurnalis yang bertugas mencari dan menyebarluaskan informasi kepada publik.
Padahal, pekerja Pers yang menjalankan tugas di lapangan,  telah dilindungi oleh Undang-Undang. Tapi selalu saja menjadi sasaran tindak kejahatan.

Pembunuhan Wartawan
Mobil putih BK 1921 WR, milik korban ditemukan warga parkir di tepi jalan. 

Seperti yang dialami seorang wartawan bernama Marshal Harahap. Wartawan senior ini ditemukan warga di dalam mobil pribadinya BK 1921 WR, yang sedang parkir di tepi jalan tidak jauh dari rumahnya di Huta VII Nagori Karang Anyer Kabupaten Simalungun dalam keadaan kritis. Warga menemukannya hari Jumat sekitar pukul 23.30 wib.

Buntut dari kejadian itu, banyak  reaksi bermunculan dari sejumlah organsiasi Pers dan insan Pers di negeri ini.

“Atas peristiwa ini, telah menimbulkan duka mendalam bagi insan Pers di negeri ini. Dan kami dari DPD-SPRI Provinsi Kepri meminta dengan sangat kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Jakarta, agar segera memerintahkan jajarannya di Polda Sumut untuk segera menangkap dan menghukum seberat-beratnya pelaku dan otak pelaku pembunuhan tersebut, “ucap Sholikin, ketua DPD-SPRI Provinsi Kepri.

Beredar kabar, bahwa Marsal Harahap meninggal karena tertembak peluru tajam di bagian tubuh belakang. Atas kejadian itu, warga yang menemukannya, langsung memberitahu kepada istri korban. Bersama warga, korban dilarikan ke Rumah sakit Vita Insani untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun saat diperjalanan menuju rumah sakit, Marshal menghembuskan nafas terakhirnya.

Sementara, hasil pemeriksaan di RS Vita Insani kota Pematang Siantar mengatakan, terdapat dua lobang tembakan di pinggul korban. Selanjutnya jasad korban dibawa ke RS Bhayangkari Medan untuk keperluan Autopsi.

Sholikin juga menambahkan,  berdasarkan fakta-fakta, kasus kekerasan terhadap wartawan di negeri ini tergolong sangat tinggi. Hasil penelusuran dari berbagai sumber menyebutkan, selama  tahun 2021, kasus kekerasan terhadap Jurnalis cenderung meningkat sampai 32% dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan tahun 2020, kasus kekerasan terhadap wartawan sebanyak 117 kasus.

“Tahun 2020 saja, data dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Nasional, sebagaimana dirilis oleh Ade Wahyudi, Direktur LBH Pers, sejak bulan Januari 2021 lalu, kekerasan terhadap jurnalis meningkat 32% di Indonesia. Miris memang. Tapi inilah yang terjadi.

Pertanyaannya, mengapa bisa meningkat peristiwa Seperi itu ? Soalnya, inikan di Negara hukum. Apalagi, seorang pekerja Pers ketika menjalankan tugas telah dilindung undang-undang. Sesuai dengan bunyi pasal 8 ayat (1) undang-undang Pokok Pers nomor 40 tahun 1999. (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini