Sulit Dapatkan Subsidi dari Pemerintah, Petani Minta Soerya Respationo Benahi ‘Kesemrawutan’

0
12
IMG 20201106 WA0017Sejumlah petani tampak serius menyampaikan keluhannya kepada Cagub Kepri, Soerya Respationo.

Lingga, gebraknusantara.co.id

Selain didominasi wilayah perairan, Kabupaten Lingga juga memiliki area yang dapat digunakan sebagai lahan  pertanian.

Walhasil, Lingga mamapu menghasilkan beragam jenis hasil pertanian. Baik yang dilakukan secara mandiri oleh warga, maupun petani binaan dari Pemerintah Daerah.

IMG 20201106 WA0016Dengan tekun, Cagub Provinsi Kepri Soerya Respationo mendengarkan semua keluhan yang disampaikan.

Namun demikian, kondisi tersebut dianggap seorang warga, masih banyak para petani di Kabupaten Lingga yang belum mendapatkan kemudahan dan keringanan dalam hal memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Saya ini seorang petani pak. Sebagaimana diketahui, Pemerintah Pusat itu sudah menggelontorkan dana begitu banyak untuk membantu para petani. Tapi, khusus di Dabo, Kabupaten Lingga ini, para petani belum pernah menikmatinya, “terang seorang warga saat berdialog langsung dengan Calon Gubernur Kepri H.M Soerya Respationo di Aula One Hotel, Dabo, Kabupaten Lingga, Kamis (05/11/2020).

IMG 20201106 113912

Umpamanya saja, tambahan Pupuk Urea di tempat lain harganya dikisaran Rp 180 ribu. Dan sampai kesini Rp 200 ribu dengan ukuran berat 50 kilogram (Kg) nya. Akan tetapi di Lingga, harganya bisa sampai perkilonya Rp 80 ribu. Kalau 50 kg sudah Rp400 ribu. Sehingga terjadi kenaikkan dua kali lipat.

“Jadi, kami para petani di Dabo sangat mengharapkan bisa menikmati subsidi yang digelontorkan oleh pemerintah. Supaya sampai kepada para petani di desa Pak, “keluhnya.

Dan yang paling dirasakannya, tegasnya lagi. Jika bakal ada penyerahan bantuan untuk petani, biasanya langsung terbentuk kelompok tani. Sementara petani yang sebenarnya tidak pernah mendapatkan bantuan.

“Untuk itu, kami menaruh harapan besar jika nanti Bapak Soerya Respationo nanti terpilih, kami sangat berharap para petani di Lingga bisa mendapatkan dan menikmati apa yang dikucurkan oleh Pemerintah. begitu juga dengan permasalahan pupuk, “jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Soerya Respationo mengucapkan terimakasih atas penyampaian keluhan tersebut kepadanya.

Dan menurutnya, kesenjangan harga pupuk tersebut bisa dibilang seperti yang terjadi dalam kondisi BBM di Papua. Dimana harganya lebih mahal dibandingkan daerah lain.

Oleh karenanya, perlu adanya campur tangan dari pemerintah dalam menangani hal ini.

Begitu juga dengan bermunculannya kelompok tani maupun gabungan kelompok tani yang dilakukan oleh oknum warga terbilang sangat menyengsarakan warga.

“Untuk itu, jika nanti saya diberikan amanah. Akan saya benahi semuanya hingga ke akar-akarnya, “jelasnya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here