Tambang Pasir Illegal di Galangbatang Akan Dihentikan Warga

0
133
tambang pasir
Sejumlah Truck dengan sabar ngantri menunggu giliran.
Bintan, gebraknusantara.co.idPraktek tambang pasir secara liar di Kabupaten Bintan terkesan sulit dibasmi. Bulan berganti tahun, namun pelaku ilegal Minning di daerah itu tampak terus berpacu. Ujung-ujungnya, lingkungan pun porak-poranda.

Herannya, institusi yang punya kewenangan dalam menumpas segala bentuk kegiatan ilegal, seakan menutup sebelah mata. Membuat praktek tambang pasir Separoh Nyolong (Spanyol) ini, terus langgeng beroperasi.

Selasa (30/04/2019), ketika media ini melakukan investigasi, menemukan aktivitas tambang pasir yang diduga tak mengantongi izin di kawasan desa Galang Batang Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan. Di lokasi itu, tampak sejumlah alat berat yang sedang mengupas lahan guna melebarkan areal tambang untuk menggerus pasir.
Selain itu, truck pengangkut pasir pun tampak ngantri menunggu giliran memuat pasir yang telah menggunung ditumpukan pasir. Untuk dipasarkan ke berbagai penjuru.

Namun, dibalik kelancaran aktivitas tersebut, ternyata ada pihak yang mengaku dari kelompok Tani maupun kelompok Penggarap, merasa dirugikan.
Saat itu, beberapa orang sebagai utusan, tampak sedang berada di lokasi. Tujuan mereka mau menemui penambang. Salah seorang dari mereka coba ditemui. Guna menanyakan permasalahan yang ada.

Saat itu, Franky pria berusia empatpuluhan coba memberi penjelasan atas aktivitas tersebut, “jadi begini bang. Kami sebagai warga yang tergabung di dalam Kelompok Penggarap dan Pengawas lahan ini, sangat menentang aktivitas tambang pasir yang berada di lokasi ini. Soalnya, kami yang telah menjaga dan mengawasi lahan ini sejak tahun 2008 lalu, tidak dianggap oleh si Ricky (penambang-red). Jadi, kami tidak terima sikap seperti ini, “sebut Franky kepada media ini.

Kalau keberadaan kami disini, katanya lebih lanjut. Memang diketahui dan diakui oleh pihak PT. Libra Agrotama Asri (PT. LAA), sebagai pemilik lahan. Jadi, kami berharap,agar pak Ricky bisa memaklumi keberadaan kami di lokasi ini. Tolong perhatikan kami. Dan jangan abaikan kami, “kata Frangky didampingi sejumlah rekannya di lokasi tambang.

Ricky 2
Ricky, pengusaha tambang pasir yang beroperasi di desa Galangbatan Bintan.

Tak mau ada penjelasan sepihak, Ricky pun langsung memberi penjelasan. Kebetulan saat itu berada ditempat yang sama, “jadi begini pak. Tadi Franky menemui saya, tanpa menunjukkan legalitasnya. Sedangkan saya bekerja di lokasi ini, sudah berbicara kebeberapa pihak. Kalau saya sebutkan satu persatu, tentu tidak valid, “Ujar Ricky.

Cuma, lanjutnya. Dalam persoalan ini, saya kan harus tau kapasitas bang Franky datang ke lokasi ini sebagai apa. Jangan hanya menyebutkan nama-nama si A atau si B. Karna, semua orang bisa menyebutkan seperti itu. Jadi, saya pastikan disini, kalau yang bertanggungjawab atas aktivitas di lahan ini, adalah pemilik lahan. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, saya rasa, baiknya dibicarakan dengan duduk bersama. Agar semua bisa terselesaikan. Karna, tak ada masalah yang tak bisa selesai, “beber Ricky di lokasi tambang pasir. (richard/maniur).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here