Tanggungjawab Seorang Pengusaha Terhadap ABK Yang Mendapat Kecelakaan Kerja

0
10
Tanggungjawab
Bintan, gebraknusantara.co.idLika-liku kehidupan para pekerja yang mengabdi di perusahaan swasta, selalu saja menjadi sasaran tidak menyenangkan dari sang majikan. Baik dari segi pembayaran upah maupun tanggungjawab majikan terhadap karyawan ketika  mengalami kecelakaan kerja.
IMG 20220124 182722 compress1
Luka menganga di tangan kanan Sujiono..

Tapi nyatanya, tidak semua pengusaha bersikap seperti hal tersebut diatas. Seperti biasanya, KM. Dwi Indo Kelong milik Akuang, harus berangkat dari Dermaga miliknya di Desa Kelong Kecamatan Bintan Pesisir Kabupaten Bintan ke tengah laut, untuk menjaring ikan.

IMG 20220124 182658 compress58

Setiap kali berangkat, puluhan orang Anak Buah Kapal (ABK) di KM. Dwi Indo Kelong, siap menjaring ikan. Setelah dua atau tiga Minggu kemudian, barulah kembali ke Dermaga di desa Kelong.

Pertengahan Desember tahun 2021 kemarin, KM. Dwi Indo Kelong kembali berangkat menuju lautan lepas, guna menjaring ikan. Persiapan ABK saat itu berjumlah 9 orang. Beberapa hari dalam perjalanan, kepal tersebut tiba di perairan Kalimantan. Dan disana ABK mulai menjaring ikan.

Namun, mendadak terjadi musibah. Salah seorang ABK bernama Sujiono terseret jaring. Tapi, berkat bantuan ABK lainnya, Sujiono terselamatkan. Meskipun tangan sebelah kanannya robek lantaran sayatan tali jaring. Dan rekan-rekannya berinisiatif, agar Sujiono dikembalikan ke Dermaga. Artinya, tidak usah dilanjutkan bekerja.

Menumpang kapal lain yang hendak pulang, Sujiono harus pulang, agar bisa mengobati tangannya yang terluka. Sampai di Dermaga, Akuang pun langsung merespon kedatangan Sujiono yang sedang meringis kesakitan. ABK yang terluka itu  dibawanya ke rumah sakit.

Berselang beberapa hari setelah berobat, obat yang diberi tim medis untuk dikonsumsi habis. Dan Sujiono pun kembali menemui Akuang di desa Kelong. Tapi saat itu, Sujiono mendapat larangan dari Kecot (pekerja yang menjabat sebagai Tekong-red), agar tidak menemui Akuang. Sejak saat itu, Sujiono alias Yono (46th), tidak pernah lagi mendatangi Akuang. Sementara, tangannya tampak mulai menghitam dan bengkak lantaran kehabisan obat.

Ujung-ujungnya, Sujiono asal Indramayu inipun menceritakan keluhkesahnya kepada media ini. Pria berkulit gelap ini tampak loyo dan lemas ketika ditemui di tempat kos nya, di Kampung Kuala Lumpur Kijang kota Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan. Tampak dua luka robek yang menganga di tangan kananya.

Diceritakannya, “kejadiannya akhir Desember 2021 lalu. Waktu itu saya bersama teman yang lainnya, mau melempar jaring ke laut guna menangkap ikan.  Sementara kapal melaju sedikit agak lebih cepat dari biasanya, “katanya di tempat kosnya (24/01/2022).

Pada saat jaring sedang hanyut, lanjutnya. Saya menoleh teman yang ada di samping saya. Tapi tiba-tiba tali jaring tersangkut di lengan saya. Saya kaget dan langsung menjerit kesakitan serta minta tolong sama teman. Tak berapa lama, kapal pun berhenti. Dan saya langsung dibawa ke tempat yang lebih aman, “ujarnya.

Tak lama kemudian, saya pun harus kembali ke Dermaga, dengan menumpang kapal yang mau kembali ke Dermaga. Tapi, selama dalam perjalanan, lanjut  lelaki asal Indramayu ini. Luka saya ini berdenyut terus. Setelah sampai di pelabuhan, saya langsung laporkan kejadian yang saya alami kepada Boss. Dan laporan saya pun langsung direspon. Waktu itu saya diberi uang satu juta rupiah untuk biaya perobatan, “ucapnya.

Masih menurut Sujiono. Sampai sekarang, luka saya ini masih sakit dan berdenyut. Saya mau berobat lagi, tapi saya tak punya uang. Pernah saya coba minta uang kepada Boss untuk biaya perobatan lagi, tapi Tekong melarang saya minta uang kepada Boss. Padahal, gaji saya waktu itu belum saya ambil. Total uang yang saya terima dari Boss berjumlah satu juta tiga ratus ribu rupiah, “bebernya.

Sujiono juga mengatakan kalau persoalan yang dialaminya, sudah dilaporkan ke Lembaga Kelautan Perikanan Indonesia melalui Pak Hasan. Dengan tujuan agar nasibnya sebagai nelayan dapat diperjuangkan.

IMG 20220125 132709 compress83
Hasan, Bidang Pengawasan di LKPI Provinsi Kepri. 

Dihari yang sama, Hasan Bidang Pengawasan di Lembaga Kelautan Perikanan Indonesia (LKPI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dimintai tanggapannya atas kejadian itu.  Dikatakannya, bahwa pihaknya telah mendapat laporan tentang kecelakaan kerja itu. Hasan menjelaskan, “benar pak. Kami sudah mendapat laporan tentang permasalahan itu. Kami akan menindaklanjutinya. Namun, kita tetap berupaya untuk memediasinya secara kekeluargaan. Mudah-mudahan Boss nya bersedia mengobatinya, “sebut Hasan kepada media ini.

Selasa (25/01/2022), Akuang ditemui di salah satu warung kopi di Kijang kota. Guna menanyakan tanggungjawabnya terhadap ABK nya yang mendapat musibah. Saat itu, Hasan mempertemukan Akuang dengan Sujiono. Diluar dugaan, Akuang ternyata cukup koperatif menanggapi persoalan tersebut. Bahkan, Akuang berjanji akan  mengobati Sujiono sampai pulih. Bukan hanya itu. Saat pertemuan itu, Akuang memberi uang secara langsung kepada Sujiono, “terkait kecelakaan kerja yang menimpa Sujiono, saya berupaya untuk mengobatinya pak. Dan saya sudah berikan uang sebesar satu juta rupiah waktu itu, agar dia segera berobat, “kata Akuang.

Ditambahkannya, kalau soal kecelakaan kerja, saya sangat peduli pak. sebelum kejadian ini, pernah juga ABK saya mendapat kecelakaan kerja. Dan semua biaya perobatan saya tanggung pak. Bahkan biayanya mencapai delapan puluhan juta rupiah. Bagi saya, ABK saya harus sembuh, “beber Akuang.

Prinsip Akuang memang pantas diberi acungan jempol. Soalnya bisa dibilang, jarang ada pengusaha yang berprinsip seperti itu. Mudah-mudahan usaha yang ditekuninya semakin meningkat. (Richard/Maniur).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini