Tanggungjawab Siapa ? ? ? Bangunan Tapal Batas di Wacopek Kini Bagai Onggokan Sampah

0
82
IMG 20210412 125932 compress78 scaledBangunan milik Pemko Tanjungpinang di jalan raya Wacopek, sebagai Tapal Batas Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, kini hancur. 
Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Fisik bangunan yang dijadikan sebagai tanda Tapal Batas antara Kota Tanjungpinang dengan Kabupaten Bintan, telah rampung dibangun sejak tahun 2017 lalu. Namun sayang, bangunan permanen yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah itu, kini bagai onggokan sampah yang terbiar selama bertahun-tahun.

Ujung-ujungnya, tak sedikit pengendara yang melintas di depan gedung yang berdiri megah di tepi jalan raya Wacopek itu bersungut-sungut melihat kondisi bangunan tersebut. Soalnya, kondisinya semakin hari tampak semakin hancur. Padahal, tidak sedikit anggaran dihabiskan untuk membangunnya.

Jika diamati, sepertinya bangunan tersebut dipaksakan untuk membangunnya. Bahkan kuat dugaan, ada pihak-pihak yang ngotot membangunnya, lantaran berambisi mendapatkan keuntungan dari pembangunan proyek tersebut.

Seorang warga yang mengaku tinggal di Kampung Batu Licin Kelurahan Gunung Lengkuas, merasa heran melihat kondisi bangunan itu. Pria yang berprofesi sebagai pedagang sayur-sayuran di pasar Tanjungpinang ini, setiap hari harus melintasi jalan raya Wacopek untuk menjual hasil kebunnya ke pasar Tanjungpinang. Setiap kali dirinya melintas, selalu saja menoleh ke gedung tersebut,

“Sebenarnya gedung itu untuk apa ya pak ? Kenapa dibiarin begitu ? Koq mulai dari selesai dibangun, sampai sekarang tak pernah difungsikan. Kan sayang uang yang dipakai untuk membangun gedung itu terbuang percuma. Padahal, masih banyak warga yang masih morat-marit kondisi perekonomiannya. Andaikata uang untuk membangun gedung itu disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkannya, tentu sangat besar manfaatnya, “ucapnya di salah satu warung kopi di Simpang Empat Batu Licin Kelurahan Gunung Lengkuas, Kabupaten Bintan (09/04/2021).

Diketahui, pembangunan gedung tersebut, dianggarkan secara bertahap melalui APBD tahun 2014 dan APBD tahun 2015 lalu. Tahap awal, lebih dulu dibangun Tugu Tapal Batas. Dan pada tahap berikutnya, dibangunlah gedung yang kini justru terlihat sangat mengenaskan. Jika sudah begini, siapa yang bertanggung jawab ? ? ?

Proyek yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah lebih itu, ditangani oleh Dinas Perkim kota Tanjungpinang. Dan kini, bangunan itu mirip onggokan sampah yang terbiar di tepi jalan raya.

Dilihat dari kondisi bangunan yang kini sangat memprihatinkan, baiknya Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen pada proyek tersebut, digiring ke ranah hukum. Mengingat banyaknya anggaran yang terbuang percuma. Dan ini sebagai pertanggungjawaban atas kinerja buruk yang dilakoninya.

Sementara, Jasman, Kepala Dinas Perkim kota Tanjungpinang saat dikonfirmasi melalui layanan WA ke Ponsel nya (12/04/2021), malah tak menjawab. Meskipun konfirmasi yang dilayangkan telah dibaca.  Sikap pimpinan seperti inilah yang justru kerap memicu segudang tanya bagi masyarakat. (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini