Tim SInergi Kepri Ajak Warga Perangi Berita Hoax dan Ujaran Kebencian

0
16

IMG 20201010 151714Cagub Provinsi Kepri, sedang memberi kata sambutan di acara Tabayun bersama Soerya. 

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Maraknya isu-isu negatif yang berkembang dan menjelekkan pasangan calon (paslon) maupun tim sukses, mulai terlihat di masa sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kepri belakangan ini.

Berbagai isu, tentang ujaran kebencian hingga hoax terhadap pasangan calon tertentu terlihat ‘ramai’ di Media Sosial.

IMG 20201010 151611Suasana silaturahmi yang penuh keakraban.

Untuk itu, Ketua Tim Kampanye SInergi Kepri di Kota Tanjungpinang, Kolonel (Purn) Bambang Winarto mengajak semua pihak untuk menjauhi hoaks dan ujaran kebencian melalui media sosial.

Sebagai contoh, adanya isu dan kabar yang dituduhkan kepada  paslon dan tim sukses SInergi terkait Komunis dan Anti-Islam.

“Isu-isu yang muncul di media sosial itu ditujukan kepada Pak Lis Darmansyah dan Romo Soerya Respationo. Padahal diketahui bersama, bahwa beliau-beliau ini adalah paslon muslim yang taat dan dekat dengan ulama. Isu-isu inilah yang harus dilawan dengan cara memberikan penjelasan dengan santun. Untuk itu, mari sama-sama aktif memerangi hoaks dan ujaran kebencian yang bertujuan tidak benar. Kita harus berani melawan isu-isu hoax dan fitnah yang memperlemah persatuan, “tegasnya saat Sarapan Pagi dan Forum Tabayun bersama Soerya Respationo di Pancur, Tanjungpinang, Provinsi Kepri,  Sabtu (10/10/2020) pagi.

IMG 20201010 151510

Ajakan senada juga diungkapkan Ustadz Erwin Herdiawan alias Abu Gaza yang menegaskan, bahwa munculnya isu-isu yang menjelekan paslon tertentu adalah hal yang mengada-ada dan sesuatu yang dipaksakan.

Dan hoax itu sulit dihindari di tengah booming nya media sosial (media sosial) dan teknologi informasi. Karena itu, semua pihak harus benar-benar memiliki pengetahuan sebagai benteng memberantas hoax dan narasi kekerasan tersebut.

“Memberantas hoax itu sebetulnya mudah. Cukup kita melakukan cek dan ricek ulang terhadap setiap informasi yang dinilai janggal atau memiliki citra negatif. Bila hal ini terbiasa kita lakukan, hoax otomatis bisa diatasi, sebutnya.

Dan untuk meredamnya, tambahnya. Masyarakat harus mampu menahan diri dari pengaruh buruk media massa dan medsos. Intinya, setiap individu pemilik akun media sosial dituntut dewasa dalam mengelola pesan ke atau dari akun miliknya.

“Kuncinya adalah selektif dalam menilai setiap pesan yang beredar dan dewasa dalam menyikapi pesan yang beredar, “tegasnya. (***).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here