Kapolres Tanjungpinang Pimpin Konferensi Pers Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur

0
12
Pidana Pencabulan
Tanjungpinang, gebraknusantara.co.idKapolres Tanjungpinang AKBP Fernando, S.H., S.I.K., didampingi Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, dan Kasi Humas Polres Tanjungpinang menggelar Konferensi Pers kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur. Senin (20/12/2021).
Pidana Pencabulan

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando, S.H., S.I.K., mengatakan adapun kronologis kejadian bahwa Pada Hari Rabu tanggal 06 Oktober 2021 , sekitar Pukul 18.15 Wib. Korban yang berinisial D (7 Thn)  minta uang sama pelapor yaitu ibu kandung korban untuk membeli Bakso.

Sedangkan pelapor saat itu akan menunaikan Ibadah Sholat Maqhrib, setelah selesai sholat pelapor sudah tidak melihat korban lagi. Kemudian sekira pukul 19.15 pelapor didatangi Pak RW dan mengatakan kepada pelapor bahwa korban sudah di temukan di seputar Kampus Umrah Dompak.

Setelah itu pelapor langsung menuju Pos security Umrah Dompak, setelah sesampainya di Pos security pelapor bertemu dengan korban, kemudian pelapor menanyakan kepada korban apa sebabnya bisa sampai didompak.

Lalu korban mengatakan kepada pelapor bahwa korban di bawa oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal kearah dompak dan setelah itu di tinggalkan di seputaran dompak, kemudian menurut pengakuan korban, laki-laki yang membawa korban tersebut juga melakukan perbuatan yang yang tidak senonoh kepada korban yaitu di raba-raba kemaluannya dan kemudian kemaluan korban dimasukin jari pelaku, atas kejadian tersebut pelapor melaporkan kepada pihak kepolisian guna proses lebih lanjut.
Pidana Pencabulan

Menurut kepolisian kejadian berawal pada Bulan Oktober 2021 sekitar pukul 16.00 Wib korban T (6 Thn) yang sedang bermain di Gg. Swadaya Jl. Sultan Machmud, tiba-tiba korban didatangi seseorang laki-laki menggunakan sepeda motor berwarna hitam dan mengajak korban T (6 Thn) untuk jalan-jalan.

Lalu korban dibawa oleh terlapor di dekat ruko-ruko arah batu 8 di daerah jalan Daeng Celak dan sesampainya di sana terlapor membuka pakaian korban, terlapor memasukkan jarinya kedalam kemaluan korban dan setelah itu terlapor juga memasukkan alat kelaminnya ke kedalam kemaluan korban sehingga korban menjerit kesakitan, atas kejadian tersebut korban mengalami sakit pada kemaluannya.

“Berdasarkan Hasil Intrograsi terhadap pelaku, bahwa pelaku mengakui telah 7 kali melakukan perbuatan cabul terhadap Anak yg berbeda”, terang Kapolres Tanjungpinang

Adapun Identitas Tersangka (H) Alias (A) (34  Thn), kelahiran Pancur, 05-10-1987 dan berdomisili di Sultan Machmud Kelurahan Tanjung unggat Kecamatan Bukit Bestari, tersangka yang beragama Budha ini adalah seorang pedagang.

Barang Bukti milik pelaku yang diamankan berupa 1 (satu) unit Helm warna Abu – abu, 1 (satu) unit Motor Merk Honda Supra X berwarna Hitam, 1 (satu) Lembar STNK, 1 (satu) buah Kartu SIM Card Handphone, sedangakan barang bukti milik korban adalah 1 (satu) helai dress warna hijau motif hati, 1 (satu) helai celana pendek warna biru muda, 1 (satu) helai celana dalam warna merah dengan gambar naruto, 1 (satu) pasang sandal warna kuning putih merk Swallow.

Adapun Tindak Pidana yang dilakukan melanggar undang-undang Pasal 82 ayat (1) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlingdungan Anak Menjadi Undang – Undang. Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

“Ancaman pidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)”, terang Kapolres

Dalam kesempatan tersebut,  Kapolres Tanjungpinang juga menyampaikan fakta-fakta yang ditemukan adalah :
1. Benar bahwa pada sekira bulan Okotber tahun 2021 telah terjadi dugaan tindak pidana Pencabulan Terhadap Anak Dibawah Umur yang dilakukan oleh pelaku yang berinisial H (34 Thn) terhadap korban yang berinisial T (6 Thn) dan D (7 Thn).

2. Benar Bahwa Pelaku H (34 Thn) melakukan Persetubuhan terhadap korban D (7 Thn) sebanyak 1 (satu) kali dan terhadap korban T (6 Thn) sebanyak 2 (dua) kali.

3. Benar bahwa Pelaku H (34 Thn) melakukan ancaman kekerasan terhadap korban T (6 Thn) dengan mengatakan “JANGAN NGADU KAMU KALAU ENGGAN NANTI KAKAK KAMU SAMA KAMU SAYA BUNUH” hingga korban tidak berani menceritakan kejadian tersebut kepada keluarga korban. Kemudian korban T (6 Thn) juga membujuk korban dengan memberikan uang sebesar Rp. 20.000,- (Dua puluh tibu rupiah) setelah melakukan pencabulan.

4. Pelaku H (34 Thn) telah mengakui perbuatan pencabulan yang dilakukan terhadap korban yang berinisial T (6 Thn) dan D (7 Thn). (***).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini