Upaya Mengangkat Bangkai Kapal di Perairan Mensanak Terus Berlanjut, APH Kemana ?

0
8

Lingga, gebraknusantara.co.id

Maraknya pemberitaan terkait upaya pengangkatan bangkai  Kapal Ponthon bernama Robby 029 di perairan desa Mensanak Kecamatan Ketang Bidare Kabupaten Lingga, tampaknya mulai ada yang kepanasan.

IMG 20220706 175943 compress22

Mansur, Kepala Desa Mensanak Kecamatan Ketang Bidare. 

Justru yang paling jelas terlihat malah pak Mansur, Kepala Desa Mensanak, Kecamatan Ketang Bidare Kabupaten Lingga. Mansur sengaja datang ke Tanjungpinang, semata-mata hanya berniat hendak menemui wartawan yang getol menyoroti aktivitas tersebut.

Rabu, (05/07/2022), pak Mansur tiba di Tanjungpinang. Upayanya yang keras hendak menemui wartawan yang dicarinya, membuahkan hasil. Ironisnya, Pak Kades ini sengaja meninggalkan tugasnya, hanya karena hendak menemui wartawan yang menyoroti aktivitas itu.

Setelah bertemu, Mansur pun  bercerita banyak tentang rencana pengangkatan bangkai kapal tersebut. Sesuai pengakuannya, proses upaya pengangkatan bangkai kapal itu sedang berlanjut.

Diakuinya, sampai saat ini belum ada pihak manapun yang mengaku sebagai pemilik bangkai kapal itu, “memang sampai sekarang belum ada yang mengakui sebagai pemilik bangkai kapal itu, “ujar Mansur di warung kopi Batu Sepuluh Tanjungpinang.

Kades berambut putih ini pun melanjutkan celotehnya, “saya semalam dah sampai di Tanjungpinang ini. Saya datang kesini hanya mau menemui bapak, “akunya, didampingi salah seorang rekannya.

Tujuan saya kesini, lanjut pak Kades. Mau berkenalan dan bisa ngopi bareng sama bapak. Terkait bangkai kapal Ponthon itu, memang sampai sekarang masih diupayakan untuk dikeluarkan. Apalagi saya dengar, sampai saat ini sudah banyak biaya yang dikeluarkan. Bukan hanya itu, biaya untuk seorang penyelam, bisa sampai satu juta rupiah. Sedangkan jumlah penyelam sebanyak sepuluh orang, “beber pak Kades lantang.

Masih menurut pak Kades. Jadi kalau bisa, untuk sementara ini beritanya tak usah dilanjutkan lagi lah. Supaya nggak terlalu heboh, “pintanya.

Disisi lain, pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Senayang, Kabupaten Lingga mengaku belum mengetahui aktivitas tersebut. Hal itu disampaikan pak Regar ketika dikonfirmasi melalui layanan WA ke Ponsel nya, “Selamat sore pak.
Sampai saat ini belum ada info pak, “ujarnya melalui layanan WA (06/07/2022).

Ironis memang. Apalagi jika dilihat sikap pak Kades yang tampak mulai kelimpungan.  Justru memicu tanda tanya. Apa kepentingan seorang Kepala Desa terkait aktivitas itu ? Sampai-sampai meninggalkan tugas rutinnya di desa tempatnya bekerja. Bahkan, sampai berhari-hari berada di kota Tanjungpinang. Wallahualam . . . . . . . . . ! ! ? (Richard/Maniur)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini