Waduk Milik PT. BAI Meluap, Ratusan Hektar Lahan Pertanian Hancur

0
101

Waduk 2Luapan air dari Waduk milik PT. BAI tampak menggenangi lahan pertanian warga.

Bintan, gebraknusantara.co.id

Kondisi hutan di Pulau Bintan kini tak lagi Asri. Disana-sini tampak mulai plontos, lantaran dirusak oleh tangan-tangan usil manusia yang doyan merusak lingkungan. Umumnya, para perusak lingkungan itu, selalu bermodus untuk melalukan pembangunan.

Di desa Galangbatang Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) misalnya. Tak terhitung seberapa luas lahan yang telah rusak, hanya karena kepentingan segelintir orang.

Selain banyaknya tambang pasir ilelgal yang telah lama beroperasi, belakangan muncul pula proyek pembangunan infrastruktur berkelas Internasional. Membuat kondisi hutan di kawasan itu semakin tak karuan.

Mega proyek di desa Galangbatang, yang memanfaatkan modal dari sejumlah investor luar itu, sampai saat ini masih menggesa berbagai jenis pembangunan infrastruktur. Diantaranya, pembangunan Waduk berukuran besar.

Waduk yang saat ini sedang digali, bakal dijadikan sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di kawasan itu. Sayangnya, pembangunan Waduk yang dikelola PT. Bintan Alumina Indonesia (PT. BAI) itu, malah menimbulkan bencana.

Waduk 1Lahan pertanian ini, sebelumnya hanya daratan yang ditanami berbagai jenis tanaman. Kini, bagai lautan di tengah hutan.

Pantauan media ini di lokasi, tampak ribuan kubik air dari Waduk tersebut, meluap sampai ke lahan pertanian masyarakat. Akibatnya, ratusan hektar lahan petani yang tanamannya siap panen, yang letaknya tidak jauh dari lokasi Waduk, harus tenggelam. Dan pemilik lahan pertanian itu pun harus menelan Pil pahit.

Seorang pria yang mengaku bekerja di salah satu kebun yang terendam air, coba ditanya tentang tanaman nya yang terendam. Pria berambut ikal ini menjelaskan, bahwa kebun milik majikannya yang terendam air mencapai puluhan hektar, “saya disini cuma pekerja pak. Banyak jenis tanaman yang kami tanam di kebun ini. Seperti Semangka, Pepaya, Jambu Biji dan banyak lagi yang lainnya pak. Kami ada puluhan orang yang berkerja disini. Soalnya, kebun ini sangat luas. Tapi belakangan, tanaman yang kami tanam, banyak yang tenggelam. karena air dari Waduk itu meluap. Jadi, banyak tanaman yang terendam dan rusak, “ujarnya di lokasi kebun ( 27/05/2020).

Pria jangkung berkulit gelap ini pun melanjutkan, “Kalau luapan air itu tak segera diatasi, kemungkinan kami akan kehilangan pekerjaan pak. Kami yang bekerja disini, pada umumnya merantau pak, “katanya sambil menunjukkan lahan yang tergenang.

Kebun yang berada di Kampung Pasiran, desa Toapaya Selatan itu, tampak bagaikan laut. Disana-sini terlihat hamparan air yang menggenangi tanaman.

Jumat (29/05/2020), coba dilakukan konfirmasi kepada Santoni, melalui layanan WA ke Ponsel nya. Namun sayang, pengusaha yang disebut-sebut sebagai pengelola Mega proyek itu, belum menjawab konfirmasi yang dilakukan.

Kuat dugaan, pembangunan Waduk berukuran raksasa itu, belum mengantongi izin dampak linkungan dari instansi terkait.

Sampai saat ini, belum ada penjelasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan. Padahal, upaya konfirmasi telah dilakukan melalui layanan SMS kepada Afrizal, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan (29/05/2020). Guna menanyakan tentang izin AMDAL pada proyek tersebut.  Tapi, Kadis DLH Bintan belum menjawab. (Richard/Maniur).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here