Warga Desa Kawal Babak Belur Dianiaya Imigran Asal Negara Sudan

0
14

Bintan, gebraknusantara.co.id

Warga kawal di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), babak belur lantaran dianiaya dengan cara dipukuli oleh Pengungsi Imigran Asal Sudan, Jumat (20/5/2022).

IMG 20220521 182859 compress56

Akibatnya, korban mengalami luka memar disekujur badan dan  wajah yang dilakukan pelaku bernama Fatih, Warga Negara Sudan.

Kasus penganiayaan yang menimpa warga Kawal bernama Nuryadi ini, terjadi di Kecamatan Toapaya. Atas kejadian tersebut,  Tokoh Masyarakat dan warga lainnya merasa kesal terhadap  pelaku.

Nuryadi sempat menuturkan kepada sejumlah awak Media atas apa yang dialaminya. Menurutnya, kronologis kejadian,  gara-gara  masalah penitipan honda milik pelaku di pekarangan warungnya. Selama 6 bulan, pelaku seenaknya meletakkan sepeda motornya di pekarangan warungnya. Dan dinilai tidak ada etikat baik terhadap Nuryadi. Ironisnya, ketika Nuryadi menegur warga Sudan ini, justru Imigran asal negara Sudan ini malah marah dan memukul serta menganiaya Nuryadi. Tentu saja warga setempat tidak terima dengan aksi koboi pria Imigran ini.

Kasus penganiayaan warga oleh Imigran asal Sudan itu harus ditindak tegas. Dan sampai saat ini, pelaku masih nampak bebas berkeliaran. Bukan hanya itu. Prilakunya pun menunjukan gaya  premanisme  di lingkungan pemukiman warga. Padahal, pelaku jelas-jelas telah melakukan tindak pidana kejahatan dan melanggar hukum yang berlaku.

Udin, Tokoh Masyarakat Kawal sangat mengecam perbuatan penganiayaan itu. Disebutkannya, ” dalam kasus ini, pelakunya harus ditindak tegas. Jika dibiarkan, pria Imigran bergaya preman ini, akan semakin meraja lela. Takutnya, akan ada lagi korban kekerasan yang dilakukannya terhadap warga lainnya. Saya berharap, agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengambil tindakan, “ungkap Bang Udin.

Kasus penganiayaan tersebut, telah menghebohkan masyarakat. Bahkan kini, masyarakat yang tinggal disekitar tempat kejadian merasa reah atas kejadian tersebut.

Masalahnya, walaupun sudah dilaporkan ke Polsek Gunung Kijang di Bintan. pelaku tidak ditangkap dan dilakukan penahan. Padahal, aksi yang dilakukan Imigran asal Sudan ini, telah melanggar Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman penjara. (***).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini